Wednesday, May 30, 2018

Bayi Hobi Utak-atik

Games Level 7: Hari ke-7 Bayi Hobi Utak-atik


Bayiku yang semakin bertambah umur, semakin bertambah juga kemampuannya. Sekarang lagi hobi utak-atik barang. Tapi barangnya dia yang tentukan sendiri. Seperti hari ini, janna main ke ruang kerja baba. Seperti biasa setiap ketemu kursi, pasti dipanjat terus naik ke atas meja deh, siap mengutak-atik barang-barang di atas meja.

Ternyata hobi utak-atik ini bisa menunjukkan minat dan bakatnya terhadap sesuatu lho. Si Kecil yang hobi utak-atik benda ini juga menunjukkan kecenderungannya dalam mempelajari sesuatu, yakni biasanya berorientasi pada fisik dan banyak bergerak. Ia juga lebih suka belajar dengan praktik. Mungkin saja, balita kita memang tipe pembelajar visual kinestetik.


Beberapa tips berikut ini dapat dilakukan dalam menyikapi hobi anak mengutak-atik benda di sekitarnya yang saya dapat dari laman ibudanmama: 
  • Beri mainan yang dapat disusun dan dibongkar kembali
    Beberapa mainan seperti balok susun atau lego dapat membuat si Kecil berkreasi utak-atik membuat sesuatu. Biarkan ia membuat bentuk tertentu dan membongkarnya sesuai keinginannya.
  • Letakkan benda berharga dan berbahaya di tempat yang tak bisa dijangkau anak
    Mengingat hobi anak yang tak bisa diam melihat sesuatu, seperti laptop, ponsel, dan benda elektronik lainnya, sebaiknya simpan benda tersebut di tempat yang aman darinya. Kalau tidak disimpan, si Kecil bisa saja mengutak-atiknya.
  • Ajak berkreasi dengan barang bekas di rumah
    Barang bekas di rumah seperti botol soft drink, kardus bekas susu, dan kaleng bekas bisa dibuat mainan untuk anak. Anda bisa mencari referensi dari internet untuk membuat pesawat, mobil-mobilan, dan mainan lain. Hal ini pasti akan membuat si Kecil senang karena bisa utak-atik membuat mainan hasil kreasi sendiri.
  • Ajak terlibat saat memperbaiki mainannya yang rusak
    Libatkan anak untuk memperbaiki sepeda atau mobil-mobilannya yang rusak untuk melatih kemampuan utak-atiknya. Hal ini sekaligus menyiapkan anak supaya terampil memperbaiki mainannya secara mandiri.

Saturday, May 26, 2018

Manfaat Bermain Boneka

Games Level 7: Hari ke-6 Manfaat Bermain Boneka


Alhamdulillah sejak dibelikan uti boneka sepulang haji, janna sudah mau main boneka. Hampir semua anak, terutama perempuan suka boneka. Tapi boneka ternyata tak sekadar menjadi mainan. Boneka terutama yang berkarakter manusia punya manfaat mengasah imajinasi anak.
 

"Boneka dengan karakter manusia bisa memancing reaksi anak dan bisa mengembangkan daya imajinasinya.  Misalnya dengan boneka, anak bisa bermain peran dan storytelling," psikolog anak Ajeng Raviando, Psi.
 
Selain itu, lewat story telling dengan media boneka bisa mengasah kemampuan berkata-kata dan menggunakan bahasa (kemampuan verbal) untuk mengekspresikan makna yang dimaksud. 
 
Sama seperti permainan yang lain, hendaknya  orangtua untuk ikut serta mendampingi anak saat bermain boneka sehingga sudah mengetahui di mana kemampuan verbal dan daya imajinasinya. Orangtua fungsinya hanya mendampingi anak, tidak sampai membatasi imajinasi anak.
 
Saat menemani anak bermain boneka, orangtua juga bisa ikut serta ikut bermain peran. Misalnya saat bermain salon-salonan, boneka yang dimainkan sang anak sebagai hair stylist dan ibu sebagai customer. Orangtua tak sekedar menemani anak bermain, tapi juga membuat ikatan (bonding) yang kuat diantara keduanya.

Friday, May 25, 2018

Manfaat Main Masak-masakan

Games Level 7: Hari ke-5 Main Masak-masakan

Sesuai dengan umurnya, setiap hari Janna menghabiskan waktu dengan bermain. Bermain bukan tidak memiliki manfaat. Tentunya apabila dampingi orang tua, maka permainan anak-anak memberikan banyak manfaat. 

Hari ini kami bermain masak-masakan. Sebenarnya sudah ada miniatur alat masak lengkap, cuma bayik ini sekarang sedang senang-senangnya berimajinasi. Jadi, kaleng bekas dijadikan panci sementara sayurannya dari printilan-printilan yang dikumpulkannya..haha lucu yaa



Nah, Apa saja sih manfaat bermain masak-masakan untuk anak? Simak paparan berikut ini yang mamak kutip dari laman Sahabat Nestle :
  1. Melatih Sistem Motorik Halus si Kecil
Saat Ibu memasak di dapur, ajak anak untuk ikut serta. Tapi, pastikan dulu semua benda-benda berbahaya jauh dari jangkauan anak. Kegiatan memasak seperti memotong-motong sayuran atau mengaduk adonan bisa mengasah kemampuan motorik halus si Kecil. Bila dilakukan sesering mungkin, karena permainan ini bisa membuat kemampuan motorik halusnya berkembang dengan cepat.
  1. Belajar Manfaat Sayuran
Permainan anak  seperti memasak ternyata bisa jadi salah satu cara untuk mengajarkan kepada si kecil pentingnya mengonsumsi sayuran dan cara memasak sayuran sehingga terasa lezat dan tidak pahit ketika dikonsumsi. Si Kecil juga jadi mengenal proses pembuatan makanan, dan membuatnya menghargai masakan yang Ibu buat di dapur untuk keluarga. 
  1. Mengenal Bentuk dan Warna

Ketika bermain masak-masakan, banyak peralatan yang digunakan seperti misalnya mangkok, piring, panci, dan lain sebagainya. Sambil bermain, Ibu bisa sekalian mengajarkan pada si Kecil bentuk-bentuk dari peralatan tersebut. Tak hanya itu, Ibu juga bisa mengenalkan bentuk-bentuk dan warna dari bahan masakan yang digunakan. Atau bila bermain masak-masakan menggunakan lilin mainan, bisa juga mengajak anak meniru bentuk makanan yang sebenarnya. Imajinasi si Kecil bisa terasah sekaligus belajar saat bermain masak-masakan.
  1. Mengajarkan Kemampuan Sosial dan Emosional
Dengan bermain masak-masakan, si Kecil akan mengenal proses bagaimana suatu makanan menjadi masakan yang dihidangkan Ibu di meja makan. Si Kecil jadi akan lebih menghargai proses dan kerja keras Ibu dalam menyiapkan makanan. Selain itu, dengan bermain masak-masakan Ibu bisa mengasah hobi si Kecil. Siapa tahu ketika ia sudah lebih besar nanti akan jadi senang membantu Ibu di dapur untuk menyiapkan makanan bagi keluarga.

Thursday, May 24, 2018

Belajar Bisa dari mana saja

Games Level 7: Hari Ke-4, Belajar Bisa dari mana saja

Waktu yang paling tepat dalam memberikan stimulasi pada Toddler yaitu menjelang mereka tidur, karena badan sudah capek jadi bisa lebih tenang dan lebih dekat dengan gelombang alva.


Mamak melanjutkan games level 6 kemarin, stimulus anak gemar matematika. Kali ini kami belajar shape khususnya circle sekaligus belajar warna. Idenya langsung terbersit ketika melihat piyama yang dipakai Janna. Alhamdulillah Janna sudah mulai tertarik untuk belajar, sudah mulai bisa konsentrasi lebih lama dari sebelumnya.



Play Pretend Bermain Pura-pura

Games Level 7: Hari Ke-3 Play Pretend Bermain Pura-pura 

Diumurnya yang remaja ini (16bulan), Janna sudah butuh banyak aktivitas. Janna sekarang lebih sering mengajak mamak bermain. Kalau mamak dilihatnya sibuk, dia minta dihidupkan tv yang disambungkan ke USB berisi tontonan bayik.

Menjelang bobo siang ini, kami Play Pretend main suster-susteran. Alat yang dibutuhkan cuma lotion saja #mamakirit. Mamak bebaskan Janna bermain, sekaligus melatih motorik halusnya.


Play pretend memiliki manfaat bagi perkembangan anak. Mulai dari perkembangan emosi, fisik, sosial dan kognitif.

Secara fisik, saat play pretend anak memaksimalkan gerakannya untuk meniru sesuatu atau seseorang. Berlari, melompat, menulis, menari, dan sebagainya.

Secara emosional, play pretend merupakan tempat untuk melampiaskan perasaan, harapan, atau bahkan ketakutan yang ada dalam diri anak. Banyak psikolog keluarga yang menggunakan play pretend sebagai sarana menggali emosi anak.

Secara sosial, dengan berpura-pura menjadi orang lain, anak jadi bisa memahami emosi dan melihat suatu hal dari perspektif yang berbeda. Bagaimana dokter membujuk pasien, bagaimana sikap seorang guru, bagaimana seorang ibu mengasihi anak, dan sebagainya.

Secara kognitif, anak belajar beragam konsep bagaimana mengungkapkan pikiran, mencari solusi dalam sebuah masalah, membuat perencanaan, dan seterusnya yang mereka dapatkan saat bermain pura-pura.

Yang paling penting dicatat oleh semua orangtua adalah, bagaimana orangtua menempatkan diri dalam play pretend. Diharapkan, orangtua mendampingi saat anak bermain tapi jangan sampai mengarahkan atau memberikan peraturan agar anak bisa memaksimalkan daya imajinasinya.

Sumber:
http://www.klopedia.id/articles/detail/46_Play+Pretend+Bermain+Pura+Pura+yang+Banyak+Manfaat

Hari Ke-2 - Belajar Menerjemah Al-Quran

Games Level 7: Hari ke 2- Belajar Menerjemah Al-Quran 


Judulnya gaya banget yaa?hehe
Memang seperti itu keadaannya. Alhamdulillah mamak di rumah tidak dibantu ART (padahal pengeen), jadi Janna sudah terbiasa ikutan mamak beraktifitas. 

Setiap hari mamak belajar online Tamyiz Qur'an. Mulai dari awal, Janna sudah ikutan belajar bareng mamak. Kalau ada tugas bernyanyi, kami bernyanyi bersama-sama. Bisa dibayangkanlah ya nyanyi bersama bayik. Wkwkwk 

Hari ini mamak dapat tugas menerjemah ayat Al-Quran. Seperti biasa Janna pegang pena nya sendiri, seringkali pena mamak yang di ambil (bayik sudah terkena penyakit "rumput tetangga lebih hijau"😅). Mulailah kami mengerjakan tugas bersama-sama. Heboh bangeet😂😂😂
Alhasil tugas yang dikumpulkan penuh coretan bayik. Alhamdulillah pasangan belajar mamak di Tamyiz Online selalu mengerti😁..





Monday, May 21, 2018

Tantangan ke 7- Hari 1 Semua Anak Adalah Bintang

Games Level 7- Hari 1 Semua Anak Adalah Bintang

Alhamdulillah setengah jalan perkuliahan di Bunda Sayang sudah terlewati. Sampailah mamak di semester baru. Tantangan kali ini menggali potensi anak maupun orang disekitar kita. Menekankan bahwa semua anak adalah bintang. Sehingga nanti pada hari ke 10 observasi, diharapkan mamak dapat mengidentifikasi potensi yang dimiliki anak.

Hari ini saya dan Janna melakukan suatu kegiatan sederhana yang cukup efektif untuk mengalihkan Janna dari televisi. Hari ini kami doodling tema kesukaan Janna, yang Janna sering sebut-sebut. Sambil doodling saya bernyanyi, misal sewaktu ngegambar pelangi saya sambil menyanyikan lagu pelangi-pelangi 🌈.  Janna senang sekali dengan aktivitas ini. Hasil doodling dilihat-lihat sambil ngoceh. Sewaktu baba pulang kerja, buru-buru nunjukin karyanya..hehe



Tuesday, April 24, 2018

TASK 10- Tidying Festival Sentimental Items

TASK 10 (pekan 11)Tidying Festival - Sentimental Items 🎁🌸

Semangaaaat! Tidying festival pekan ini adalah pekan terakhir bebenah. yay! 

Untuk Task 10, tugasnya:


1. Buatlah review yang berkaitan pengalaman _*"joy sensor"*_ teman-teman dari semua kategori sebelumnya. Bandingkan dengan kategori terakhir ini.

Task ini paling malas untuk memulainya. Padahal sentimental item di rumah sendiri masih sedikit apabila dibandingkan dengan yang tersimpan di rumah mama di kampung halaman. Saya merasa tidak ada yang perlu dibenahi pada item yang satu ini😅. Sepertinya harus berulang-ulang membaca materi tentang sentimental item.


2. Kirimkan foto before dan after saat berbenah barang sentimental. Apabila lupa tidak memotret beforenya tidak apa -apa. Sertakan sebuah narasi untuk foto tersebut. Tidak perlu diceritakan semua, ambil yang paling unik dan mengesankan.

Before:






Sentimental item saya yaitu, foto-foto yang di ambil pada event-event penting seperti foto pertama Janna di RS, foto wisuda suami, foto hasil USG setiap bulan kehamilan, nota RS, ada juga my very first love letter , greeting cards


After: 







Beruntung saya punya buku baby journal ini, jadi hampir semua Sentimental Items masuk ke dalam buku ini. 

#konmariindonesia #shokyuuclass #konmarimethod*

Saturday, April 21, 2018

Belajar Matematika Sejak Bayi

Aliran Rasa Games Level 6 Menstimulasi Matematika Logis pada Anak


Janna semakin sensitif dengan angka

Menurut Cambridge Dictionary, definisi Matematika adalah ilmu tentang logika yang berhubungan dengan angka, bentuk, dan ruang. Seringkali orang menganggap kalo Matematika itu sama dengan menghitung, dan apapun yang berhubungan dengan Matematika berkaitan dengan angka. Padahal banyak cabang Matematika, misalnya seperti geometri, topologi, logika, dan lainnya yang gak perlu pake angka loh (sebagai gantinya, menggunakan simbol atau notasi).


Logika sendiri berasal dari kata Yunani kuno logos yang artinya hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika juga sering disebut dengan logike episteme atau ilmu logika yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur.
Dalam hidup, logika memiliki peran penting. Karena logika berkaitan dengan akal pikir. Banyak kegunaan logika antara lain:

1. Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara    rasional, kritis, lurus, tetap, tertib, metodis dan koheren.
2. Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, cermat, dan objektif.
3. Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri.
4. Memaksa dan mendorong orang untuk berpikir sendiri dengan menggunakan asas-asas sistematis.
5. Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kesalahan-kesalahan berpikir, kekeliruan serta kesesatan.
6. Mampu melakukan analisis terhadap suatu kejadian.
Kecerdasan matematika logis merupakan kecerdasan yang dimiliki seseorang dalam menggunakan angka dengan baik, melakukan penalaran dengan benar, mengolah alur pikiran yang panjang dan mencerna pola-pola logis atau numeris.

Pada dasarnya setiap anak dianugerahi kecerdasan matematika logis. Gardner(1999:12) 
Kita bisa mengenalkan pertama kali pemahaman konsep matematika sejak usia dini dari lingkungan sekitar kita dan pengalaman sehari-hari anak serta memberikan stimulasi yang mendukung. Tentu saja hal ini dilakukan tanpa paksaan dan tekanan, dan melalui permainan-permainan. Dalam pendidikan anak, peran orangtua tak tergantikan dan rumah merupakan basis utama pendidikan anak. Banyak permainan eksplorasi yang bisa mengasah kemampuan logika matematika anak, namun tentu hal ini harus disesuaikan dengan usia anak. Saat anak balita bermain pasir, anak sesungguhnya sedang menghidupkan otot tangannya yang melatih motorik halusnya sehingga kelak anak mampu memegang pensil, menggambar dan lain-lain. Dengan bermain pasir anak sesungguhnya belajar estimasi dengan menuang atau  menakar yang kelak semua itu ada dalam matematika. (Damayanti,Ratna,Dwi dan Wahyuni 2005:21)
kesalah pahaman banyak membuat arah pendidikan murid-murid di Indonesia jadi salah sasaran. Banyak orangtua murid dan guru yang mengejar ambisi untuk menjadikan murid-muridnya sebagai anak-anak yang jago berhitung, sampai harus ikut les metode berhitung cepat segala.
Padahal jika kita lihat dari sisi aplikatifnya, apakah tokoh-tokoh besar dalam dunia Matematika dan sains seperti Einstein, Penrose, Alan Turing, John Nash, yang sudah begitu banyak memberikan sumbangsih pemikiran terhadap teknologi dan pemahaman kita terhadap alam semesta, memiliki kemampuan berhitung super cepat seperti human calculator? Nggak, kalau adu hitung cepat, mungkin Einstein pun akan kalah dengan Scott Flansburg yang dijuluki human calculator itu.
Sebaliknya, apakah mereka yang memiliki kemampuan berhitung super cepat seperti kalkulator, berarti otomatis akan memberikan kontribusi besar dalam penemuan sains dan teknologi bagi perkembangan peradaban manusia? Belum tentu juga.

ketika orangtua sudah mulai merangsang kecerdasan logis matematis dirumah, maka akan lebih mudah bagi anak menerima konsep matematika ketika mulai masuk sekolah. 

Dengan demikian anak akan menyukai pelajaran matematika karena matematika ternyata ada disekitar mereka dan mereka mengetahui tujuan belajar matematika. Matematika bukan lagi jadi subjek yang membosankan, tapi justru asyik, seru, dan menantang untuk dipelajari! 

 sumber:

https://imadiklus.com/penerapan-pendidikan-matematika-logis-untuk-anak-usia-dini/
https://www.viva.co.id/blog/sosial/656293-10-ciri-ciri-anak-yang-cerdas-matematika-logis
https://www.zenius.net/blog/15863/matematika-bukan-berhitung
http://wendigusfan.blogspot.co.id/2014/11/manfaat-matematika-dalam-kehidupan.html?m=1

Tuesday, April 17, 2018

TASK 9 - Tidying Festival - Kitchen

TASK 9 (pekan ke-10)

Tidying Festival - Kitchen🍳🥘🍝🍜🍣🥛🍯🍶☕🍵🥤🥢🥣

Untuk Task 9, tugasnya :

1. Buat harapan after tidying kitchen dan bandingkan dengan usaha yang kerjakan pekan ini 📝🗂
Harapannya dapur tidak kelihatan "semak" lagi banyak barang-barang berserakan😅..

Setelah tidying dapur lumayan agak segeran dan rapi, yang terpenting dibawah meja dapur sudah tidak penuh barang lagi. Nantinya bawah meja ini akan ditutupi gorden sementara nabung buat kitcen set..hehe

2. Kirimkan foto before dan after saat berbenah dapur. Sertakan sedikit narasi untuk foto tersebut yaitu jawaban untuk pertanyaan : apa saja kendala yang teman-teman alami ketika berbenah dapur? Dan bagaimana cara mengatasi kendala tersebut.




Catatan resep yang biasanya ditempel di dinding dapur disatuin pakai clip, trus digantung deh


Tutorial kresek container

Before after penyimpanan kresek



Kendala yang dihadapi palingan kucing-kucingan sama bayik 16bulan buat tidying. Nunggu bayik bobo dulu, baru bebenah. Keseringannya mamak ikutan ketiduran waktu boboin bayik..hehehe 

Friday, April 13, 2018

Memasukkan Spidol ke Sisi Keranjang yang Bolong

Games Level 6: Hari ke-10 Memasukkan Spidol ke Sisi Keranjang yang Bolong

Sewaktu umur 11bulan Janna ikutan kelas bermain di Rumah Dandelion. Saat itu ada permainan menarik dan memasukkan sedotan dari dan ke dalam keranjang. Pada saat itu Janna hanya bermain menarik sesotannya saja, sedangkan untuk memasukkan sedotannya ke dalam keranjang masih belum mau.


Hari ini dicoba lagi, dengan menggunakan spidol alhamdulillah sudah lancar sekali. Tetapi memang anak usia 15bulan fokusnya terhadap sesuatu memang masih sebentar, setelah berhasil memasukkan beberapa spidol trus bosan dan mulai coret-coret😅😅😅..untung spidolnya gampang dibersihkan..


Tuesday, April 10, 2018

Mengajarkan Bayi Matematika dengan Metode Glenn Doman

Games Level 6: Hari ke-9 Mengajarkan Bayi Matematika dengan Metode Glenn Doman 

Menurut Glenn Doman, anak-anak dilahirkan dengan kemampuan melihat kuantitas dari obyek yang mereka lihat. Anda ingat film Rain Man? Dalam film tersebut, seorang mampu menyebutkan jumlah tusuk gigi secara tepat hanya dengan melihat tanpa menghitungnya. Dan rupanya, semua anak, bahkan yang mengalami cacat otak pun mampu melakukannya dan akan kehilangan kemampuan tersebut jika kita sebagai orangtua tidak membantu mengembangkannya dengan baik. Sebab, tiga tahun pertama dalam kehidupannya, otak anak mengalami perkembangan yang sangat cepat.
Dot Method yang diperkenalkan oleh Glenn Doman ini menggunakan Dot Card, yakni kartu-kartu yang berisi lingkaran-lingkaran kecil berwarna merah yang disusun secara acak.
Bagaimana tahapan metode ini bekerja membantu orangtua mengajari matematika pada bayi dan balitanya?
Sebelumnya, Anda harus memahami konsep dan aturan dasar dalam metode ini :
1. Mulailah sedini mungkin
2. Jadilah gembira setiap saat
3. Hormati anak Anda
4. Ajarkan hanya ketika Anda dan bayi Anda merasa senang dan gembira
5. Hentikan sebelum anak Anda ingin berhenti
6. Perlihatkan dengan cepat
7. Memperkenalkan obyek baru sesering mungkin
8. Lakukan secara konsisten
9. Siapkan materi dengan baik dan terus menerus
10. Berhentilah jika Anda dan anak Anda tidak memiliki waktu yang menyenangkan untuk belajar

Setelah Anda memahami konsep ini, maka kini saatnya Anda membuat alat peraga yang Anda butuhkan untuk belajar bersama si kecil:
1. Dot Card : buatlah kartu dari kertas manila atau karton putih dengan ukuran 28×28 cm sebanyak 100 kartu. Gambarlah atau tempelkan masing-masing kartu dengan lingkaran atau dot berwarna merah menyala dengan diameter 2 cm, dengan jumlah urut 1 sampai 100. Lingkaran ini harus Anda susun secara acak, dan jangan lupa untuk mencantumkan angkanya pada halaman sebaliknya.
2. Numer Card: buatlah kartu dari kertas manila atau karton dengan ukuran 14×14 cm sebanyak 100 kartu. Tuliskan atau tempel angka tebal kira-kira setinggi 12-13 cm dengan warna merah menyala, urut dari angka 1 sampai 100.
Langkah-langkah pengajaran:
  • Langkah pertama: pengenalan jumlah. Tunjukkan kartu dengan 1 dot, dan katakan, “ini satu”. Lakukan dengan sangat cepat (dalam hitungan detik) dan anak harus fokus pada kartu yang Anda tunjukkan. Lakukan langkah ini 3 kali sehari, cukup 5 kartu saja perhari.
  • Langkah kedua: pengenalan persamaan jumlah. Ambil 3 buah kartu, misalnya kartu 3, 2, dan 5. Katakan; “dua ditambah tiga sama dengan lima”. Lakukan langkah ini 3 kali sehari dan cukup 3 persamaan saja setiap harinya. Pada langkah ini, pada setiap interval 2 minggu, setelah melakukan persamaan pertambahan, lakukan juga persamaan pengurangan, perkalian, dan pembagian. Dan ingat, jangan lakukan pengulangan pada hari yang berbeda dan jangan lakukan tes.
  • Langkah ketiga: memecahkan masalah. Ambil 4 kartu, misalnya kartu 4, 8, 12, dan 20. Katakan; “empat ditambah delapan sama dengan dua belas atau dua puluh?”. Biarkan si kecil berpikir dan menunjukkan jawabannya. Jika si kecil belum mampu menunjuk atau menyebutkan jawabannya, maka perhatikanlah fokus matanya. Jangan paksakan jika ia belum mau atau belum dapat menjawab dengan tepat. Tetap peluk dan berikan ciuman penuh kasih meski jawabannya salah.
  • Langkah keempat: pengenalan angka. Nah, pada langkah ini, ambillah kartu numer card Anda yang berukuran 14×14 cm. Lakukan seperti langkah awal dengan menunjukkan kartu bertuliskan angka 1, dan katakan, “ini satu”. Lakukan langkah ini sama seperti langkah-langkah sebelumnya hingga kartu habis.
Anda mungkin bertanya-tanya, seberapa jauhkah metode ini berhasil diterapkan pada putra-putri Anda di rumah?
Kalau saya boleh berpendapat, sebenarnya metode ini hanyalah salah satu metode alternatif dari sekian banyak metode pengajaran yang ada. Prosentase keberhasilannya sama seperti prosentase keberhasilan metode yang lain. Semuanya kembali dan sangat tergantung pada Anda sebagai orangtua dan anak Anda sendiri.
Banyak orang menggunakan metode ini dan sukses. Namun tak sedikit pula yang berlalu tanpa hasil yang menakjubkan. Sekali lagi, metode ini sama seperti sebuah sistem: Anda dan si kecil adalah partner yang saling menentukan keberhasilannya.

Mamak belum sempat membuat dot and number card,  jadi sementara pakai flash card yang ada di rumah dulu. 



Monday, April 9, 2018

Yeay..Akhirnya Bayik Bisa Memasukkan Tutup Botolnya

Games Level 6: Hari ke-8 Yeay..Akhirnya Bayik bisa Memasukkan Tutup Botolnya

Practice makes perfect..
Setiap hari mamak menawarkan Janna untuk memainkan "memasukkan tutup botol", biasanya hanya dimainin tutup botolnya terus kotaknya dimainin atau dilempar 😅😅😅..

Hari ini mamak coba tawarkan lagi, alhamdulillah mau duduk diam dan mulai memasukkan tutup botolnya daaan berhasiiilll..howree..

Alhamdulillah sempat cekrek-cekrek📸

Tapi tetep ya..pas tutup botol nggak bisa mausk, dia ngacir nyari mainan lain..wkwkwk
Baeklaa..besok kita coba lagi.. Semangaaats💪💪💪..