Monday, April 9, 2018

TASK 8- Tidying Festival - Komono

*TASK 8 (pekan ke-9)*

*Tidying Festival - Komono* ⌚πŸ–²πŸ•ΉπŸ“€πŸŽž⛏⚒

Untuk Task 8, tugasnya :

1. Buat list sub-kategori yang akan dikerjakan pekan ini πŸ“πŸ—‚

Minggu ni mamak hanya bisa mengerjakan 

-Make up
-Skin care

Before

On process:



Skincare bayik

Make up

Parfume

Skincare

Toss:


After:



Karena mamak bukan makeup junkie jadi yang dipunya yang memang dibutuhkan saja, jadi pada komono make up dan skincare tidak ditemukan kendala yang berarti

Sambungan komono: 

obat-obatan
Proses pengumpulan

Dijembreng

Sortir: kanan masih dibutuhkan,  kiri toss

Selesai: kanan ditaruh disuhu ruang, kiri di kulkas


 #konmariindonesia #shokyuuclass #konmarimethod

Sunday, April 8, 2018

Menghitung Jumlah Gigitan Semut

Games level 6: Hari ke-7 Menghitung Jumlah Gigitan Semut

Dari judulnya kelihatan sekali mamak kehabisan ide..wekeke
Hari ini kami belajar berhitung dari jumlah gigitan semut di badan Janna.

Janna ini anaknya petualang banget, jadi mau tau segala hal. Mungkin sama seperti anak-anak lainnya ya, mamak aja yang kudetπŸ˜…. Janna ceritanya akhir-akhir ini suka main semut. Kebetulan dibelakang rumah ada taman kecil, dari sanalah semut-semut berdatangan. Semut-semut ini cepat sekali datang kalau ada makanan nganggur. Janna yang rasa ingin taunya tinggi sekali, suka ngacak-ngacak gerombolan semut. Hari ini Janna kena batunya, digigitin waktu ngacak-ngacak gerombolan semut.

Awalnya mamak nggak tau sampai Janna bilang "adu..adu" sambil garuk-garuk..
Mamak: Oo janna digigit semut ya?
Janna: adu..adu..(ngomongnya sambil monyong-monyong)
Mamak yang nggak mau kehilangan momen, reflek nanya "ada berapa bentolnya nak?" sambil nunjuk bentolnya kami mulai berhitung, "satu..dua.." cuma dua deng..hahaha tapi lumayanlah supaya Janna mengulang-ngulang lagi
Alhamdulillah sekarang sudah bisa berhitung sampai di angka dua..wkwkwk.. Berhitungnya sambil menunjukkan jari. Angka satu sudah bisa, angka dua jarinya masih belum akur jarinya masih cross finger..haha

Saturday, April 7, 2018

Mengajarkan Konsep Kabataku pada Toddler

Games Level 6: Hari ke-6 Mengajarkan Konsep Kabataku pada Toddler

Kabataku (kali, bagi, tambah, kurang) ternyata bisa distimulus sejak usia dini pada anak. Dengan memberikan stimulus diharapkan anak akan menyukai pelajaran matematika, karena matematika ternyata ada disekitar mereka dan mereka mengetahui tujuan mempelajari matematika. Dengan model stimulus uni, anaj-anak akan paham makna Kabataku sebagai sebuah proses alamiah sehari-hari, nukan deretan angka yang membuat pusing. Mereka jadi paham bahwa:

Menambah ➡ proses menggabungkan 

Mengurangi ➡ proses memisahkan

Mengalikan ➡ proses menambah/menjumlahkan secara berulang

Membagi ➡ proses mengurangi secara berulang

Hari ini sampai sore tadi mamak nggak ada ide untuk main Janna, karena kami lagi di rumah mbah uti. Tiba-tiba sore tadi Janna dari dapur membawa dua buah mangkok melamin, dan kebetulan di atas meja ada sebungkus permen. Jadilah kami main kosong isi.




Friday, April 6, 2018

Belajar Shapes dari Benda-benda di Rumah

Games Level 6: Hari ke 5 Belajar Shapes dari Benda-benda di Rumah


Seperti biasa setiap mamak masak, Janna pasti cari perhatian dengan membuat ulah. Akhir-akhir ini ketika mamak sibuk dan nggak merhatiin, Janna suka manjat kursi dan naik ke meja makan. Nah di atas meja makan dia mulai jatuhin semua barang-barang, cari perhatianlah ceritonyoo..

Baiklah anak pintar, mamak juga harus pintar dong. Mamak keluarin plastik bungkusan beda ukuran dan karet gelang. Janna yang belum terbiasa dengan dua benda ini mulai penasaran, diliatin kemudian seperti biasa diacak-acak. Pas lagi asik main, saatnya mamak perkenalkan benda sesuai dengan shape-nya. Walaupun anak 15bulan ini nggak ngerti, dengan diperkenalkan berulang-ulang dia pasti ingat. 


Hari ini Janna belajar persegi panjang, persegi dan lingkaran. Besok main apa lagi yaa?




Thursday, April 5, 2018

Tutorial Mainan Edukasi dari Kotak Sereal

Games Level 6: Hari ke-4 Tutorial Mainan Edukasi dari Kotak Sereal

Bermain bersama anak, selain menjadi momen bonding dapat juga menjadi sarana eskplorasi banyak hal.


Anak batita lebih sering bermain dengan mainan yang diciptakannya sendiri dan juga mengeksplorasi lingkungan sekitar. Mereka juga senang bermain dekat dengan teman sebaya meskipun nggak main bareng karena mereka belum mengenal konsep berbagi. Menyediakan mainan yang dapat dieksplor seperti balok, play dough, atau boneka untuk menggali imajinasi mereka bisa menjadi salah satu cara kita untuk mendukung perkembangan mereka. Selain itu mengajak ke luar rumah minimal sekali sehari, baik saat panas maupun hujan, dapat membantu mereka belajar dari lingkungan sekitar.


Janna sudah punya mainan mencocokkan shape, tetapi diumurnya yang 15 bulan ini Janna sepertinya lebih tertarik dengan benda-benda yang ada di rumah. Jadilah mamak buatkan mainan dari barang-barang yang ada di rumah.


Bahan-bahan yang dibutuhkan:
- Kotak sereal
- Penggaris
- Cutter
- Double tip
- dan tutup botol beraneka ukuran




Cara Membuat:

- Balik kotak sereal. Sebenarnya bisa juga pakai sisi yang bermotif, tetapi karena anak umur batita gampang sekali teralihkan perhatiannya maka mamak pakai sisi dalam yang polos
- Buat pola bolongan, dan potong menggunakan cutter
- Rekatkan kembali kotak sereal





Gampang sekali membuatnya kan?hehe..dan yang pasti murah meriah.


Reaksi Janna ketika memainkan memasukkan tutup botol ini:

1. Awalnya mamak contohkan satu cara memasukkan tutup botolnya, dan Janna pun penasaran ingin mencoba juga. Sekali nyoba nggak berhasil, dia kabur bawa kotaknya. Dibawa-bawa keliling rumah.
2. Mamak ngga menyerah dong. Contohin lagi cara memasukkan tutup botolnya, kemudian Janna nyoba dan gagal lagi. Setelah itu nggak hilang akal Janna masukkan tutup botolnya langsung dari bagian atas kotak serealnya..hahaha
Bociil..bocil..




Secara nggak sadar kita suka memberikan aturan-aturan khusus dalam bermain, seperti mengharuskan anak kita memasukkan tutup botol ke lubang yang dibuat saat bermain shape sorting. Padahal dengan membiarkan mencoba sendiri akan membantu mereka berpikir kritis. Biarkan mereka menganalisis mengapa mereka nggak bisa memasukkan tutup botol ke lubang sesuai ukurannya.

Wednesday, April 4, 2018

Belajar Berhitung dengan Bernyanyi

Games Level 6: Hari ke 3

Hari ini mamak tidak mempersiapkan alat untuk kegiatan bermain Janna. Hari ini Janna belajar berhitung dengan Bernyanyi. Ada beberapa lagu anak ciptaan Pak Kasur yang bisa digunakan untuk belajar berhitung:

Pak Kasur kita kenal sebagai pencipta lagu handal di tanah air. Pemilik nama lengkap Soerjono ini telah banyak melahirkan lagu anak yang berkualitas. Karya-karya dari Pak Kasur tidak hanya dapat kita nikmati pada zaman dahulu namun hingga sekarang karya ini seakan abadi.


1. Balonku.
Melalui liriknya yang riang, lagu balonku ini mendapatkan tempat di hati anak-anak. Selain memiliki lirik yang riang, Pak Kasur juga mencoba menghadirkan lirik-lirik yang sederhana seperti “balonku ada lima, rupa-rupa warnanya”.


Balonku ada limaRupa-rupa warnanyaHijau, kuning, kelabuMerah muda dan biru
Meletus balon hijau DORHatiku sangat kacauBalonku tinggal empatKupegang erat-erat

2. Dua Mata Saya.
Lagu ini menceritakan mengenai anggota tubuh yang dimulai dari dua mata. Secara tidak langsung beliau ingin mengenalkan kepada anak mengenai anggota tubuh ini melalui lagu. Dengan begini anak-anak akan lebih mudah untuk belajar jika dilakukan dengan lagu. Liriknya yang jenaka juga menjadi hiburan tersendiri yang dapat kita nikmati melalui kata-kata “satu mulut saya tidak berhenti makan”.


Dua mata sayahidung saya satudua kaki saya pakai sepatu baru dua telinga saya yang kiri dan kanan satu mulut saya tidak berhenti makan

3. "1, 2, 3, 4" (satu dua tiga empat).
Melalui lagu "1, 2, 3, 4" ini mengajarkan anak untuk senang belajar. Mulai dari berhitung dan lainnya. Liriknya yang menggambarkan betapa bahagianya bila berilmu juga dapat menularkan rasa bahagia untuk menuntut ilmu kepada anak-anak lainnya. Di dalam lagu ini juga memberikan motivasi kepada anak-anak agar mereka tidak bosan dan malas dalam mencari ilmu dan selalu mencari ilmu sampai dapat.
Satu Dua Tiga Empat Lima Enam Tujuh DelapanSiap rajin kesekolah cari ilmu sampai dapatSungguh senang amat senangBangun pagi pagi amat senangSatu Dua Tiga Empat Lima Enam Tujuh DelapanSiap rajin kesekolah cari ilmu sampai dapatSungguh senang amat senangBangun pagi pagi amat senangINTERLUDESatu Dua Tiga Empat Lima Enam Tujuh DelapanSiap rajin kesekolah cari ilmu sampai dapatSungguh senang amat senangBangun pagi pagi amat senangSungguh senang amat senangBangun pagi pagi amat senang
4. Sayang Semuanya
Lagu ini tanpa huruf "R" lho, jadi cocok sekali diajarkan kepada batita yang masih susah mengucapkan huruf R. 
Satu satu aku sayang ibu
Dua-dua juga sayang ayah
Tiga-tiga sayang adik kakak
Satu dua tiga sayang semuanya
Sambil bernyanyi mamak gerakkan jari sesuai dengan huruf yang dinyanyikan, nanti Janna-nya ikutan juga menggerak-gerakkan jari mungilnya..lucu bangeeet..hehe



Tuesday, April 3, 2018

Perkenalkan Batita dengan Shapes

Games Level 6: Hari ke-2 Perkenalkan Batita dengan Shapes



Janna belum bisa membaca maupun berhitung, maka kegiatan bermain hari ini yaitu mengenali shapes (bentuk geometri). Namanya juga toddler, waktu fokusnya hanya sebentar setelah diberitahu nama shapes satu persatu bayiknya langsung main. Shapesnya di adu-adu sehingga mengeluarkan bunyi..hehe

Monday, April 2, 2018

Games Level 6 - Menstimulusi Matematika Logis pada Anak


Sesungguhnya setiap anak dilahirkan cerdas dengan membawa potensi dan keunikan masing-masing yang memungkinkan mereka untuk menjadi cerdas. Howard Gardner dalam bukunya Multiple Intelligences, menyatakan terdapat delapan kecerdasan pada manusia yaitu: kecerdasan linguistik/verbal/bahasa, kecerdasan matematis logis, kecerdasan visual/ruang/spasial, kecerdasan musikal/ritmis, kecerdasan kinestetik jasmani, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan naturalis. Tugas orangtua dan pendidik lah mempertahankan sifat-sifat yang menjadi dasar kecerdasan anak agar bertahan sampai tumbuh dewasa, dengan memberikan faktor lingkungan dan stimulasi yang baik untuk merangsang dan mengoptimalkan fungsi otak dan kecerdasan anak. Menurut Gardner, ciri anak cerdas matematik logis pada usia balita yaitu anak gemar bereksplorasi untuk memenuhi rasa ingin tahunya seperti menjelajah setiap sudut, mengamati benda-benda yang unik baginya, hobi mengutak-atik benda serta melakukan uji coba. 

Tahap-tahap perkembangan otak anak

Berikut ini masa-masa perkembangan otak anak yang dapat kita manfaatkan untuk memaksimalkan perkembangan kecerdasannya :
Perkembangan motorik : selama kehamilan sampai dengan 5 tahun
Perkembangan emosional : sejak lahir hingga 2 tahun (paling sensitif adalah antara 10-18 bulan)
Pengelihatan : sejak lahir hingga 2 tahun (terutama antara 2-4 bulan dan 8 bulan)
Kosa kata : sejak lahir hingga 3 tahun (terutama antara 6-12 bulan)
Bahasa kedua : antara 6-10 bulan
Logika / matematika : sejak lahir hingga 4 tahun
Musik : sejak lahir hingga 10 tahun

Bagaimana kita merangsang kecerdasan matematis logis anak sejak usia dini? Bagimana kita menanamkan konsep matematis logis sejak dini? 
Kita bisa mengenalkan pertama kali pemahaman konsep matematika sejak usia dini dari lingkungan sekitar kita dan pengalaman sehari-hari anak serta memberikan stimulasi yang mendukung. Tentu saja hal ini dilakukan tanpa paksaan dan tekanan, dan melalui permainan-permainan. Dalam pendidikan anak, peran orangtua tak tergantikan dan rumah merupakan basis utama pendidikan anak. Banyak permainan eksplorasi yang bisa mengasah kemampuan logika matematika anak, namun tentu hal ini harus disesuaikan dengan usia anak.
 





Hari ini Janna main shortir, belum masuk ke pengelompokan warna. Janna baru belajar memindahkan bola-bola ke wadah kosong dengan menggunakan centong. Ga tahan ngeliat air, eh dia nyemplung ke dalam bak. Mamak biarkan dia eksplore, eh malah minumin air bak-nya pake centong..hadeeeh.. terus Janna berusaha berkali-kali nyendok bolanya tapi tidak berhasil, ga kehabisan akal lalu dia pindahin sendiri bolanya pakai tangan..hahaha






































TASK 7 Shokyuu Konmari - Tidying Festival - Papers

 TASK 7

Tidying Festival - Papers πŸ“ƒπŸ“„πŸ“‘

Untuk Task 7, tugasnya :

1. Kirimkan foto before dan after saat berbenah kertas 🀩
Before


After







2. kendala yang dialami ketika berbenah kertas ala Konmari? Dan bagaimana cara mengatasi kendala tersebut.
Again kali ini juga tidak menemukan kendala berarti, karena memang tidak suka menyimpan kertas. Tetapi banyak kertas di rumah orangtua yang niatnya nanti di decluttering pas balik mudik

 #konmariindonesia #shokyuuclass #konmarimethod*

Monday, March 26, 2018

Task 6 Shokyuu Konmari : Tidying Festival - Books πŸ“•πŸ“—πŸ“˜πŸ“™

Task 6: Tidying Festival - Books πŸ“•πŸ“—πŸ“˜πŸ“™

Untuk Task 6, siswa Shokyuu Konmari akan mendapat tugas :

1. Mengirimkan before dan after Konmari rak buku teman-teman

Before:




After:










2. Apa saja kesulitan yang teman-teman alami ketika berbenah buku ala Konmari?

Berhubung kami baru setahun menempati rumah baru, jadi tidak ada kendala yang mamak alami. Karena buku-buku jadul tinggal di rumah orangtua, dan yang dibawa ke rumah adalah buku-buku yang spark joy dan yang dibutuhkan saja.

Mamak hanya membenahi penataannya saja. Yang sebelumnya letak rak buku tersembunyi, sehingga membuat malas mengambil buku. Sekarang letaknya lebih mudah dijangkau, susunan buku juga dikelompokkan sesuai dengan warnanya sehingga lebih spark joy.

#konmariindonesia #shokyuuclass #konmarimethod*

Sunday, March 25, 2018

Aliran Rasa, Menstimulasi Anak Gemar Membaca

Tantangan ini sebenarnya sudah mamak cicil sejak Janna umur 3 bulan, jadi sudah tidak terlalu menantang lagi...wkwkwk

Alhamdulillah karena sudah distimulasi membaca sejak umur 3bulan, diumur 9 bulan Janna sudah bisa memilih sendiri buku yang mau dibacakan. Sekarang diumurnya yang 15bulan, janna sudah sensitif sekali terhadap huruf. Jadi sekaranv asal lihat huruf, bawaannya mengeja. Mengeja dengan bahasa planetnya..hehe

Sebagian buku bacaan Janna 
Pohon Literasi Kami pada hari ke-10

Monday, March 19, 2018

Task 5 Shokyuu KonMari_Tidying Festival - Clothes Part 2 (end)

Task 5: πŸŽ‰πŸŽ‰ *Tidying Festival - Clothes Part 2 (end)*πŸŽ‰πŸŽ‰

Melanjutkan festival minggu lalu

1. Foto lemari yang menurut mamak sudah *spark joy* ✨✨✨







2. Perbedaan yang dirasakan setelah membereskan? 

Setelah membereskan pikiran lebih plong..walaupun pada saat memilah, rasanya mau menyerah aja karena ga selesai-selesai. Setelah pakaian tertata rapi rasanya menyenangkan sekali juga plong seperti pada saat mengetahui lulus ujian skripsi dengan nilai A. Yahooo...

Sekarang setiap kali membuka lemari, seperti dapat suntikan vitamin C..segeerrrr😍😍😍