Sunday, November 30, 2014

Fakta Pepaya


Pepaya atau biasa disebut juga dengan Betik merupakan buah yang gampang sekali ditemui di Indonesia. Berikut beberapa fakta menarik mengenai si Pepaya ini 😄😄:

-Buah pepaya berasal dari Meksiko dan Amerika Tengah. Namun kini sudah semakin berkembang dan dibudidayakan di daerah-daerah tropis

-Di Australia buah pepaya disebut sebagai “Papaw” atau “Paw Paw” 

-Saat ini ada dua jenis pepaya yaitu Hawai dan Meksiko. Pepaya Meksiko bisa mencapai berat 10 pon sementara Pepaya Hawai beratnya hanya sekitar 1 pon Pepaya diperkenalkan ke Hawai pada awal 1800-an. 

-Hari ini, Hawai adalah negara bagian AS satu-satunya yang membudidayakan pepaya secara komersial Buah pepaya yang masih muda mengandung Enzim yang disebut Papain. Papain telah digunakan sebagai pelunak daging alami selama ribuan tahun Enzim Papain juga bisa diterapkan pada tubuh manusia. 

-Suntikan enzim papain diberikan untuk mengobati penyakit Hernia. 

-Harrison Ford, tokoh utama pada film Indiana Jones & The Temple of Doom, terkena penyakit Hernia saat syuting dan diobati dengan suntikan papain 

-Di banyak belahan dunia, pepaya muda telah digunakan selama berabad-abad oleh perempuan sebagai alat kontrasepsi alami dan untuk menginduksi aborsi. 

-Selain itu, penelitian telah menemukan bahwa biji pepaya memiliki efek kontrasepsi pada monyet jantan Teh yang terbuat dari daun pepaya yang dikonsumsi di beberapa negara bagian digunakan sebagai perlindungan terhadap malaria 

-Biji pepaya yang menyerupai merica  bisa dimakan. Mereka bisa ditumbuk dan digunakan sebagai pengganti lada hitam lho..

-Daun pepaya biasa dikukus dan dimakan di beberapa negara bagian di Asia 

-Kulit pohon pepaya sering digunakan untuk membuat tali Pepaya mengandung Lateks yang dapat menyebabkan reaksi alergi pada orang yang alergi pada zat ini 

-Makan terlalu banyak pepaya dapat menyebabkan Carotenemia, telapak kaki menguning, dan telapak tangan. Ini bersifat sementara dan akan hilang dengan sendirinya. 

-Sebuah pepaya kecil mengandung sekitar 300 persen  Vitamin C yang disarankan setiap harinya. 

- See more at: http://www.sunpride.co.id/produk2/15-fakta-menarik-tentang-buah-pepaya/#sthash.dLftUHYG.dpuf

Tuesday, July 9, 2013

Iseng-Iseng baca Notes teman, Isinya bagus..... Ada yg di edit dikit juga .... Ini Nih Isi Emailnya...

Assalaamu'alaikum, wr, wb.

Teman saya bertanya kepada saya,"Kamu sering kesetrum listrik statis waktu memegang handle pintu kantor kita?"Saya jawab, "Iya, betul sekali. Tetapi hanya waktu winter saja."

Setiap musim winter tiba, saya memang sering merasa kesetrum ketika memegang handle pintu yang terbuat dari bahan logam seperti almunium.

Ia bertanya, "Tahukah kamu mengapa hal ini tidak terjadi di musim yang lain?"Saya jawab, "Tidak tahu."Kata teman saya, "Karena udara sangat kering di musim winter."Saya tanya, "Kok bisa begitu?"

Jawab dia,"Karena molekul air yang mengembun di tubuh kita akan menetralkan listrik statis yang terakumulasi di tubuh kita.

Di musim winter, udara sangat kering, sehingga tidak ada molekul air di permukaan kulit kita.Elektron yang terkumpul di tubuh kita, yang kebanyakan berasal dari gesekan jaket yang kita kenakan, akan terus terakumulasi.

Dan begitu tangan kita menyentuh logam yang merupakan konduktor yang baik, elektron yang terakumulasi tadi langsung "meloncat" dari tubuh kita ke logam tsb.

Itu adalah fenomena "petir mini", dan ujung jarimu yang merasa seperti tersambar petir.

Hal ini mirip dengan fenomena penangkal petir.Di atas ada gumpalan uap air yang kaya akan elektron.Elektron elektron itu akan "meloncat" ke bumi melalui titik titik terdekat dengan awan yang terbuat bahan konduktor yang bagus."


Saya terkesima, dan berujar, "Oooo, begitu ya, ceritanya."

Ia pun dengan semangat meneruskan kuliahnya,

"Jadi, kalau kamu tidak ingin tersambar pertir mini alias kesetrum listrik statis, sebelum kau memegang handle pintu, basahilah dulu tanganmu dengan air. Atau, kalau tidak ada air, salurkanlah elektron di tubuhmu ke bumi dengan menebakkan tanganmu ke tanah atau tembok."

Saya terperangah dengan kalimat terakhir itu.Saya terperanjat.Saya terkagum kagum.Saya bertakbir:... Allahu Akbar....!
Berpuluh puluh tahun saya bertanya tanya tentang tayamum sebagai pengganti wudhu, berpuluh puluh tahun naluri keingintahuan saya pendam.

Hari ini, temanku yang notabene seorang atheis yang menjelaskannya dengan gamblang dengan teori listrik statis,sebuah ilmu sederhana yang sudah aku pelajari sejak bangku SD dan selalu kudapatkan pelajaran itu di jenjang sekolah berikutnya.

Dulu, saya mengira bahwa (satu satunya) hikmah berwudhu adalah membersihkan badan dari kotoran yang menempel di tubuh kita.

Tetapi saya tidak habis fikir, bagaimana bisa wudhu diganti dengan tayammum yang dilakukan dengan membasuhkan debu ke wajah dan telapak tangan?

Ternyata "kotoran" yang ada di dalam tubuh kita ternyata bukan hanya debu yang menempel ke tubuh kita.

Ada jenis "kotoran" yang tidak terlihat oleh mata, jauh lebih berbahaya bila tidak segera di"buang"."Kotoran" itu bernama elektron, yang apabila terlalu banyak terakumulasi di tubuh kita bisa merusak kesetimbangan sistem elektrolit cairan di dalam tubuh kita.

Molekul molekul air H2O yang bersifat polar sangat mudah menyerap elektron elektron yang terakumulasi di tubuh kita.

Hanya dengan mengusapkan air ke permukaan kulit saja, maka "kotoran" elektron itu dengan mudah "terbuang" dari tubuh kita.

 Ternyata, hanya dengan membasuh kulit tubuh dengan air itulah kelebihan elektron di permukaan tubuh kita akan dinetralkan.

Dengan teori "kotoran" elektron listrik statis inilah akhirnya rahasia di balik tayamum sebagai pengganti wudhu menjadi terang benderang di mata saya;

 Bahwa air yang dibasuhkan ke kulit tubuh akan menetralkan listrik statis di tubuh kita,dan penetralan itu bisa diganti dengan menebakkan tangan ke tanah dan mengusapkan debu wajah dan telapak tangan.

Pernah ada kisah seorang sahabat bergulung gulung di tanah karena ia harus mandi besar dan tidak ada air.Ia mengira, bahwa ia harus melumuri tubuhnya dengan debu, sebab ia beranalogi dengan wudhu dan tayamum.

Kalau wudhu yang mengusap hanya wajah, kepala, tangan dan kaki difanti dengan tayamum yang mengusap wajah dan telapak tangan, maka mandi janabat yang harus membasuh seluruh tubuh diganti dengan tayamum seluruh tubuh.

Rasulullah pun menjelaskan bahwa tayamum untuk mandi janabah dilakukan sama persis dengan tayamum sebagai pengganti wudhu, yaitu cukup wajah dan telapak tangan saja.

Subhaanallaah. ... Satu lagi Allah tunjukkan kepada saya bukti kebenaran Alqur'an sebagai wahyu Allah dan bukan karangan manusia:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّـهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَـٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya :Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku,dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah,dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan,lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih);sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu.Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. (6) QS AlMaidah.


Merasa mendapatkan "ilmu baru", saya pun mengklarifikasi hal ini ke mbah Google. Rupa rupanya saya ketinggalan jaman. Ternyata literatur mengenai wudhu, tayamum dan listrik statis ini sudah berjibun jumlahnya. Inilah salah satunya:

http://fountainmaga zine.net/ article.php? ARTICLEID= 435

Untungnya saya melakukan literatur search kecil kecilan sebelum membagi pengalaman saya di atas. Jika tidak, bisa bisa saya mendapat gelar baru: Plagiator!

Alaa kulli haal, above all, mudah mudahan sharing pengalaman saya ini bisa menambah keyakinan bagi rekan rekan semua akan kebenaran Alqur'an. Sukur sukur ada yang bersedia menjelaskan lebih detail. Amin.

Wassalam,


Rois Fatoni

Dosen Teknik Kimia Univ. Muhammadiyah SurakartaGraduate Student)Department of Chemical EngineeringUniversity of Waterloo200 University Avenue WestWaterloo, ON, Canada N2L 3G1519 888 4567 ext 35675519 954 6079 (Home)

Sumber : Geys.C

Semoga bermanfaat buat kita semua.... Yang mau copas silahkan .. jangan lupa sumbernya di tulis juga yaa
(pic taken from http://www.jameda.de)

Tuesday, June 18, 2013



NASI GOLENG 

Seorang cadel ingin membeli nasi goreng yang sering
mangkal di dekat rumahnya. 


Cadel: "Bang, beli nasi goleng satu"
Abang: "Apa ... ?"
Cadel: "Nasi goleng!"
Abang: "Apaan?" (Ngledek lagi)
Cadel: "Nasi goleng!!!!!"
Abang: "Ohh... nasi goleng..." 


Sambil ditertawakan oleh pembeli yang lain dan pulanglah
si cadel dengan sangat kesal. Sesampainya di rumah dia
bertekad untuk berlatih mengucapkan "nasi goreng"
dengan benar. Hingga akhirnya dia mampu mengucapkan
dengan baik dan benar. 


Hari 2 ..... 


Dengan perasaan bangga, si cadel ingin menunjukkan
bahwa dia bisa mengucapkan pesanan dengan tidak cadel
lagi.
Cadel: "Bang, saya mau beli NASI GORENG, bungkus!!!"
Abang: "Ohh ... pake apa?"
Cadel : ".... pake telol ....." (Sambil sedih)
Akhirnya kembali dia berlatih mengucapkan kata "telor"
sampai benar. 


Hari 3 ..... 


Untuk menunjukkan bahwa dia mampu, dia rela 3 hari
berturut-turut makan nasi goreng.
Cadel: "Bang, beli NASI GORENG, pake TELOR!!!!
Bungkus!"
Abang: "Ceplok atau dadar?"
Cadel: "Dadal...!" (dengan spontan)
Kembali dia berlatih dengan keras... 


Hari 4........ 


Dengan modal 4 hari berlatih lidah, hari ini dia yakin
mampu memesan dengan tanpa ditertawakan.
Cadel: "Bang, beli NASI GORENG, pake TELOR, di
DADAR!!!!!"
Abang: "Hebat kamu ' del , udah nggak cadel lagi nich,
harganya Rp.7,500.- ' del ."
Si cadel menyerahkan uang Rp 8.000,- kepada si abang,
namun si abang tidak memberikan kembaliannya, hingga
si cadel bertanya.
Cadel: "Bang, mana kembaliannya? "
Abang: "Oh iya, uang kamu Rp 8.000,- harganya Rp
7.500,-, kembaliannya berapa del ? (sambil senyum
ngledek) Si cadel gugup juga untuk menjawabnya , dia
membayangkan besok bakal makan nasi goreng lagi.
Tapi akhirnya dia menjawab : "GOPEK... !!!"sambil
tersenyum penuh kemenangan. 


INTI DALI CELITA INI ADALAH HIDUPLAH TELUS DENGAN
PENUH PELJUANGAN !!!
JANGAN MENYELAH YAH !

Kisah ini hasil copas,just share n tidak bermaksud menyinggung syapapun..
Hehe

MENGAPA CINCIN PERNIKAHAN HARUS DITARUH DI JARI MANIS ??

 

Ikuti langkah berikut ini, Tuhan benar² membuat keajaiban (ini berasal dari kutipan Cina)

1. Pertama, tunjukkan telapak tangan anda, jari tengah ditekuk ke dalam (lihat gambar)

2. Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan ujungnya.

3. Permainan dimulai , 5 pasang jari tetapi hanya 1 pasang yang tidak terpisahkan…
4. Cobalah membuka ibu jari anda, ibu jari mewakili orang tua, ibu jari bisa dibuka karena semua manusia mengalami sakit dan mati. Dengan demikian orang tua kita akan meninggalkan kita suatu hari nanti.

5. Tutup kembali ibu jari anda, kemudian buka jari telunjuk anda, jari telunjuk mewakili kakak dan adik anda, mereke memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita.

6. sekarang tutup kembali jari telunjuk anda, buka jari kelingking, yang mewakili anak².
cepat atau lambat anak² juga akan meninggalkan kita krn hrs berkeluarga sendiri.

7. selanjutnya, tutup jari kelingking anda, bukalah jari manis anda tempat dimana kita menaruh cincin pernikahan anda, anda akan heran ka kita menaruh cincin pernikahan anda, anda akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka. Karena jari manis mewakili suami dan istri, selama hidup anda dan pasangan anda akan terus melekat satu sama lain.


Saturday, December 1, 2012

Buku bulan ini: Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin, Tere Liye


Judul buku ini diambil dari kalimat anonymous : The falling leaf doesn’t hate the wind, yang dipopulerkan dalam film Jepang Zatoichi.


Buku ini saya pinjam dari seorang teman baik. Judul buku ini sangat menggelitik, membuat orang bertanya-tanya “Bercerita tentang apa sih nih buku?”. Hanya butuh 2 jam untuk menuntaskan buku ini. Berikut kesan saya setelah membaca buku ini:

Seperti biasa Bang Darwis Tere Liye ahlinya bercerita tentang perasaan, kali ini mengenai perasaan yang tak sempat tersampaikan. Rasa yang sudah tertanam bertahun-tahun, tapi hanya terpendam dan terus didiamkan. Setiap orang dalam hidupnya berhak untuk mencintai dan dicintai. Dan perlu keberanian untuk mengungkapkan isi hati itu, entah apapun hasilnya.

Setelah menghabiskan seluruh halaman buku ini, banyak pertanyaan yang muncul. 

Kenapa sih banyak orang yang takut mengungkapkan perasaannya?

Kenapa sih orang slalu mengikuti jalan hidup orang “normal”, memangnya salah apabila ada orang dewasa yang memiliki hati kepada seseorang yang terpaut usia belasan tahun?

Pilih mana menikahi orang yang mencintai kita atau menikahi orang yang kita cintai?

Tanpa disadari kita sering mendapati hal seperti yang tersebut diatas terjadi disekeliling kita. Buku-buku Tere Liye selalu mengajarkan pembaca akan suatu hal, walaupun tak tertulis biasanya setelah membaca habis bukunya kita akan ter ooo..ooo… dibuatnya.

Terkadang kita sering bermain dengan prasangka - prasangka yang kita ciptakan sendiri. Padahal belum tentu prasangka itu benar. Prasangka-prasangka itu hanya akan membuat hatimu semakin terbebat oleh asumsi, perasaan-perasaan, keinginan-keinginan, mimpi-mimpi, dan akhirnya kau sama sekali tak tahu lagi mana simpul yang nyata, dan mana yang tidak.

Di akhir buku ini, semua potongan cinta itu terjawab di bawah pohon Linden mereka bertemu. Bahwa sebenarnya dia merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan Tania. Dia sama dengan Tania, tidak berani mengatakan, mengungkapkan isi hatinya, dan terlanjur memutuskan cinta.  Dia menikahi Kak Ratna, yang sebenarnya tidak dicintainya. Saat itu usia tania dua puluh dua, dia tiga puluh enam. Sekarang Kak Ratna sudah hamil empat bulan, dan Tania harus kembali ke Singapura. 

Dan bagaimanapun, daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya. Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana.

Wednesday, November 28, 2012

Kapan Merit?

Sepertinya pertanyaan diatas menjadi pertanyaan wajib yang diterima para jomblo ataupun lajangers seperti saya.. Memang sih pertanyaan itu yg paling enteng & paling tidak menguras otak untuk memulai pembicaraan selain ‘apa kabar’ tapi kok semua orang pertanyaannya sama ya ? Akhir2 ini pertanyaan itu seperti bumbu dalam masakan, seperti sudah menjadi suatu kewajiban. Klo ketemu temen lama yang ga menanyakan hal tersebut saya malah heran..wkwkwk

Kita tahu persis perbedaan yang amat signifikan antara benar2 bertanya karena sayang, atau bertanya karena iseng, sambil lalu, menggoda atau malah buat bahan tertawaan , tidak perlu pakai dijelaskan ke orang lain. Dalam situasi tertentu, bahkan pertanyaan yg super duper penuh kasih sayang tetap saja berimplikasi menyakiti saat yang ditanya memang sudah penat.

Ada yang menerima pertanyaan ini dengan santai, nyengir kuda sambil tertawa, "Belum ketemu jodohnya." atau "Makanya cariin dong.", Ada juga yang menerima pertanyaan ini sedikit formal, tersenyum tipis, mengangguk pelan, "Insya Allah akan indah pada waktunya” (jurus-jurus ini sudah tak pake semua…jiaah #tepok jidat)

Tetapi bagi sebagian orang pertanyaan itu sangat mengganggu, setelah menerima pertanyaan tersebut, setiba di rumah, langsung berurai air-mata. Tidak hanya marah, tapi mereka sedih. Tidak cukupkah pertanyaan itu? Banyak juga yang akhirnya jadi males sekali datang ke resepsi, acara keluarga, atau apa saja yang memiliki potensi munculnya pertanyaan itu dari tamu2 undangan lainnya.

Entah kenapa masyarakat kita sangat ‘perduli’ dengan kehidupan orang sekitarnya. Kalo kamu belom selesai kuliah ntar pertanyaannya “kapan lulus?”. Selesei kuliah, “kapan kerja?”. Dapat kerjaan ditanya “kapan merit?”. Setelah merit, “kapan punya anak?”. Abis punya anak, “kapan punya adeknya?” dan sebagainya dan sebagainya. Seolah-olah semua orang harus punya jalan hidup yg sama. Jadi apabila ada seseorang yang ga lulus-lulus, ga kerja, ga merit dan ga punya anak maka hidupnya ga normal…

Tapi satu hal , satu hal yang ga pernah ditanyakan sama orang2, “kapan nyusul?(sambil nunjuk lubang kubur)”

Hidup-mati, rejeki dan jodoh semua misteri Tuhan

Friday, November 4, 2011

Pagi yang aneh....

Pagi itu seperti biasa gwe tergesa-gesa berangkat ke kantor, jam sudah menunjukkan pukul 9.15. Kantor apaan yang bisa kayak lagini? Apalalagi kalau bukan instansi pemerintahan.

Hehe..*miriss

Sekitaran jam 9.30 sampe dikantor sudah ada beberapa makhluk berkumpul. Ada si Punai yang lagi sibuk dengan BB barunye, ada si bumil yang lagi serius di depan laptopnya, si Dolli yang autis dengan Hp-nya, n si Bobi yang lagi ngisi TTS. Sekilas itulah pemandangan yang terlihat di suatu instansi pemerintahan dipagi hari.

Kalau orang awam melihat pasti akan kesel, apalagi pegawai Bank. Hahaha. Secara gwe juga dulu pegawai Bank, setiap orang dituntut loyalitas maksimalnya buat perusahaan. Ampe2 loe harus ngorbanin family time and me time loe hanya buat kantor. That’s Life, kata temen gwe.
Balik lagi ke-kumpulan makhluk tadi. Si bumil yang lagi serius tadi, ternyata eh ternyata lagi asik maen game, kirain ngerjain kerjaan gituuuh… ckckckck

Pembicaraan pagi itu diawali dengan lontaran pertanyaan gwe yang seperti biasa membuat rusuh. Sampai keluarlah suatu statement dari si Bobi,

“Mana bisa hukum alam ngelawan hukum Allah. Contohnya mana ada laki-laki bisa melahirkan, tapi sekarang tuh Amerika dah mulai mematahkan hukum Allah. Di Al-Quran kan tertulis tak bakalan bisa seorang lelaki melahirkan..”

Kepalaloe gundul? Setau gwee di Al-Quran kagak ada ayatnya deh yang begituan. Amerika juga ga ada tuh bikin penelitian buat bikin kaum berjenggot buntings. Yang ada mah, seorang cowok hasil transplantasi kelamin hamil, itupun karena rahimnya lupa diangkat. Klo cowok tulen mana ada yang bisa hamil kaleee, lha mau ditarok dimana tuh si jabang bayi? Mbok klo ngemeng tu pke isi dong…

Alhasil karena ke-’pintaran’ si Bobi, yang waras terpaksa mengalah dan golongan terombang-ambing terpaksa percaya dengan omongan si Bobi. Golongan waras kayak gwe n si Dolli mengalah supaya tuh omongan Bobi ga kemana-mama..

“Yayaya” sambil senyum-senyum “ooooo gitu ya bg Bobi?” kita bedua sebenernya ngejek, tapi karena ke-‘pintaran’-nya si Bobi ga ngeh.

“gituuuu…” kata si Bobi

Kemudian dengan tergesa-gesa datanglah Jaya..

“Bob km bisa bantu ga?”, kata si Jaya. “ Plafond rumahku ada belatungnya euy”
Dengan ligatnya si Bobi menjelaskan treatment-treatment yang harus dilakukan Jaya untuk mengatasi keanehan tersebut. (Aneh menurut mereka: Red)

“Gini aja Jay, elu buat ramuan yang isinye air putih yang dibaca-bacain dengan Al-Fatihah dan diakhiri dengan 3 kul..”

Si Dolli langsung bersuara layaknya seekor ayam kalkun, “kulkulkulkulkul….”

Hahaha

Hare gene? Seorang lulusan salah satu universitas Islam swasta ternama di Indonesia masiy percaya ama yang begituan?

ckckckck

Klo ada bang Rhoma pasti dia langsung protes, “Sungguh terlalu jreng…jreng…preet”

Usut punya usut ternyata tuh si Mr. Jaya mikirnya ada orang yang iri dengan keluarganya sehingga keluarga mereka diteror dengan serangan belatung. Sungguh primitive sekali pikiranmu naaak…naaaak…

Di jaman orang sibuk2nya mau buat perumahan di bulan, masiii aja ada orang otaknya bocor kyk gini.

Untung Eistein udah ninggal, klo masiy idup diketok-ketok tuh kepala mereka..

Maaap ya eyang Einstein…(T.T)

Begitulah sekilas info pagi itu…

Kita lanjutkan kapan2

C yaa^^



Wednesday, November 2, 2011

Perdanaa...^^

Waduuuuw...
Dah lama dibuat kok ini blog blom ada isinya jugaa ya..?
Hmmmm...
Baiklah...
Iseng2 cari referensi buat blog kyu ini, ketemulah blog punyanya om Pepeng Ferrasta. Ini blog inspiring bangetlah buatku yang kadang suka mengeluh. Salutlah buat om Pepeng, ditengah-tengah penyakit yang diderita , masih sempat meluangkan waktu untuk sekedar ngeblog.

Isi dari blog om pepeng macem2 sih, ada cerpen yang nyebelin karena ujung2nya ngerjain para pembaca, ada kutipan2 tulisan orang2 tentang om Pepeng sendiri. Dan yang membuat hati ini tersentuh ketika membaca postingan yang berjudul  “That’s All”.

“That’s All” merupakan judul buku yang ditulis sang istri, Tami Ferrasta yang bercerita tentang kehidupan pernikahan om Pepeng dan istri. Dalam kata pengantarnya, om Pepeng menyelipkan sebuah puisi yang ditulisnya untuk istri tercinta. Perlu diketahui, sebelumnya om Pepeng nggak pernah sama sekali mengucapkan kata2 sayang kepada sang istri, tante Tami ini.

Dalam puisinya yang sukses membuat saya berkaca2, om Pepeng bercerita tentang pernikahan mereka, mulai dari awal sampai sekarang om Pepeng mengidap penyakit langka. Pada akhir puisi om Pepeng memanggil istrinya dengan sebutan dik Uta. Itu panggilan sayang pertama yang keluar dari mulit om Pepeng setelah mereka menikah selama 25 tahun. Dalam puisi itu juga om Pepeng dengan terangan mengatakan cintanya...

Soooooo sweeeeeet banggeeeeets.... T.T

Intinya adalah, si dia emang tau kalo kamu sayang. Tapi alangkah baiknya apabila rasa sayang itu diungkapkan dengan perkataan. Bukannya sok romantis, tapi cobalah jujur dengan perasaan sendirii...  (Khusus buat yang sudah halal yaa :P)

Ciiiieeee... (kayak yang udah pengalaman aja...)

*jadi maluuu ^^

Nih hasil copas puisinya om Pepeng,

“Dua orang mahasiswa mengikat cinta dalam perkawinan untuk menghindari berbagai hubungan yg dilarang sang Khalik.

Hari itu 30 okt 1983, si pria 29 tahun dan gadisnya 22 tahun.

Dua orang mahasiswa mengikat cinta dalam perkawinan untuk mendapat keturunan seperti yang dipertintahkan sang Khalik.

Anak pertamanya lahir, si bapak mengurus, menjaga malam hari, mengganti popok & memandikan.

Si Ibu menyusui. Mereka masih muda dan saling menyinta. Si pria 32 tahun dan kekasihnya 25 tahun.

Si pria sudah sarjana, setelah 10 tahun, setelah mempunyai anak dua. Mereka masih muda dan saling menyinta, si pria 34 tahun dan kekasihnya 27 tahun.

Si pria sudah bekerja, kekasihnya sudah sarjana, anak mereka sudah 4. Hari itu mereka memasuki rumah yang diidamkan oleh setiap keluarga. Mereka masih bugar dan saling menyinta. Si pria 42 tahun dan kekasihnya 35 tahun.

Hari ini si pria 54 tahun, ia tergeletak karena sakitnya didampingi oleh kekasihnya yang 47 tahun, tidak muda lagi menjelang ulang tahun perkawinan mereka yang ke 25.

Dalam sakitnya berkelebat semua kenangan dengan kekasihnya. Dalam sakitnya ia
menulis untuk kekasihnya:

“Dik Uta,” demikian panggilan kesayangan sang pria setelah sakit untuk kekasihnya yang bernama Utami

“Saya tidak akan pernah lupa ketika awal penyakit itu datang kamu menenangkan saya dengan kata-kata

“Kita sedang menjalani peran baru”

Subhanallah, dik Uta kata-kata itu sangat menjadi inspirasi untuk saya menjalani sakit saya. Dan, saya selalu berdoa,

“Ya Allah berilah kecerdasan untuk kami agar kami selalu melihat semua ketetapanmu melalui sudut pandang yang membahagiakan”.

Peran Baru, itu adalah salah satu sudut pandang yang cerdas dan membahagiakan
Ahh di Uta, teralu banyak dan panjang jika saya tulis betapa rasa terima kasih atas ketegaranmu menjalani peran baru ini.

Saya tahu dik Uta sedih tapi kamu tetap tegar

Saya tahu dik Uta takut, tapi kamu tetap tegar

Saya tahu dik Uta lelah tapi kamu tetap tegar, mengurus saya, membersihkan, dan membalik badan saya setiap 1 jam di malam hari.

Saya tahu dik Uta ingin jalan-jalan untuk hilangkan jenuh tapi kamu tetap tegar mendampingi saya karena saya tidak bisa ditinggal terlalu lama sendiri.

Saya tahu dik Uta selalu mengharapkan kata-kata cinta dari saya tapi kamu tetap tegar walau kamu tak pernah mendengar kata-kata itu.

Hari ini kamu akan mendengarnya dari mulut saya

“Dik Uta, aku cinta kamu tanpa batas”

“Saya akan selalu bahagiakan kamu tanpa batas,”

“Saya akan selalu ada untuk kamu tanpa batas,”

Kelak kalau saya sudah bisa jalan, kita akan pergi kemanapun kamu mau
Yang selama ini hampir tidak pernah kita lakukan.

Dik Uta, pikirkanlah yang terbaik tentang cita-cita kita karena Allah SWT berfirman:

“Aku sebagaimana prasangka hambaKu”

That’s all..