Monday, June 12, 2017

NHW #4 MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FIITRAH





NHW#4 ini saya tulis sambil menahan sakitnya payudara bengkak yang kesenggol saja sakitnya minta ampuun..

Karena materi NHW#4 sangat panjang untuk dituliskan di sini, untuk itu kali ini saya langsung kepada jawaban atas pertanyaan yang diberikan.

a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

Jawaban :
Setelah merenung dan mengikuti diskusi di wa grup, saya akan mengubah jawaban pada NHW#1. Sebelumnya saya memilih ilmu ikhlas untuk dijadikan jurusan ilmuyang akan saya kuasai. Namun setelah mendapatkan penjelasan dari mak Asti selaku fasilitator grup, dimana NHW#1 merupakan passion kita maka saya akan mengambil ilmu Parenting sebagai ilmu yang akan saya kuasai

b.  Mari kita lihat Nice Homework #2,  sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

Jawaban:
Checklist pada NHW#2 sudah sebagian saya jalankan. Mengingat saya memiliki bayi berumur 6 bulan yang masih sangat membutuhkan perhatian saya, maka saya mengerjakan checklis sesuai dengan kemampuan saya. Namun, sejauh ini saya berusaha untuk terus memperbaiki diri dengan cara lebih dapat mengatur waktu dengan baik.

b.Baca dan renungkan kembali  Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang  akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.
Contoh :
Seorang Ibu setiap kali beraktivitas selalu memberikan inspirasi banyak ibu-ibu yang lain. Bidang pelajaran yang paling membuatnya berbinar-binar adalah “Pendidikan Ibu dan Anak”. Lama kelamaan sang ibu ini memahami peran hidupnya di muka bumi ini adalah sebagai inspirator.
Misi Hidup : memberikan inspirasi ke orang lain
Bidang : Pendidikan Ibu dan Anak
Peran : Inspirator

Jawaban :
Setelah merenungkan apa maksud Allah menciptakan seorang saya ke muka bumi, Allah sudah juga memberikan bekal yang cukup untuk menunjang misi saya dalam hidup ini.

c. Setelah menemukan 3 hal tersebut,  susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.

Contoh :  Untuk bisa menjadi ahli di bidang Pendidikan Ibu dan Anak maka Ibu tersebut menetapkan  tahapan ilmu yang harus dikuasai oleh sebagai berikut :

1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian finansial dll.
4. Bunda Shaleha : Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang

Jawaban :
Tahapan ilmu yang harus dikuasai yaitu :
1.    Ilmu komunikasi
2.    Ilmu psikologi anak
3.    Ilmu parenting : ilmu-ilmu seputar pengasuhan, manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga.
4.    Ilmu tentang berbagi manfaat kepada orang banyak

d.  Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup

contoh : Ibu tersebut menetapkan KM 0 pada usia 21 th, kemudian berkomitmen tinggi akan mencapai  10.000 (sepuluh ribu ) jam terbang  di satu bidang tersebut, agar lebih mantap menjalankan misi hidup. Sejak saat itu setiap hari sang ibu mendedikasikan 8 jam waktunya untuk mencari ilmu, mempraktekkan, menuliskannya bersama dengan anak-anak.  Sehingga dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun, sudah akan terlihat hasilnya.
Milestone  yang ditetapkan oleh ibu tersebut  adalah sbb  :
KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai Ilmu seputar Bunda shaleha

Jawaban :
Mungkin km 0 saya dimulai lebih terlambat dibanding ibu-ibu yang lain
saya memulai km 0 ketika anak pertama saya lahir
KM 0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Menguasai ilmu gizi dan tumbuh kembang anak
KM 1 – KM 2 ( tahun 2) : Menguasai ilmu psikologi anak
KM 2 - KM 3 (tahun 3) : Menguasai Ilmu seputar pengasuhan anak  
KM 3 – KM 4 (tahun 4) : Menguasai Ilmu tentang dan remaja
KM 4 – KM 5 (tahun 5) : Menguasai Ilmu pengelolaan manajemen diri dan keluarga
KM 5 - KM 6 (tahun 6) : Menguasai ilmu tentang berbagi manfaat dengan orang banyak


e. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

Jawaban :
lnsudah sedikit dimasukkan, nanti direview lagi

f. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan
Bismillah.. semoga Allah mudahkan
aamiin


                                 

Monday, June 5, 2017

NHW#3 Membangun Peradaban dari Dalam Rumah


Seperti biasa, sebelum mengerjakan NHW saya akan tuliskan di sini resume materi ke-3, sebagai backup catatan bagi saya.

PERADABAN DARI DALAM RUMAH

Disusun oleh Tim Matrikulasi- Institut Ibu Profesional

MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH
“ Rumah adalah taman dan gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarganya menuju peran peradabannya ”
Bunda, rumah kita adalah pondasi sebuah bangunan peradaban, dimana kita berdua bersama suami, diberi amanah sebagai pembangun peradaban melalui pendidikan anak-anak kita. Oleh karena itu sebagai orang yang terpilih dan dipercaya oleh yang Maha Memberi Amanah, sudah selayaknya kita jalankan dengan sungguh-sungguh.
Maka tugas utama kita sebagai pembangun peradaban adalah mendidik anak-anak sesuai dengan kehendakNya, bukan mencetaknya sesuai keinginan kita.

Sang Maha Pencipta menghadirkan kita di muka bumi ini sudah dilengkapi dengan “ misi spesifiknya ”, tugas kita memahami kehendakNya.
Kemudian ketika kita dipertemukan dengan pasangan hidup kita untuk membentuk sebuah keluarga, tidak hanya sekedar untuk melanjutkan keturunan, atau hanya sekedar untuk menyempurnakan agama kita. Lebih dari itu, kita bertemu dengan suami dan melahirkan anak-anak, adalah untuk lebih memahami apa sebenarnya “ peran spesifik keluarga” kita di muka bumi ini.
Hal ini yang kadang kita lupakan, meski sudah bertahun-tahun menikah.
Darimana kita harus memulainya?

PRA NIKAH
Buat anda yang masih dalam taraf memantaskan diri agar mendapatkan partner membangun peradaban keluarga yang cocok, mulailah dengan tahapan-tahapan ini:
a. Bagaimana proses anda dididik oleh orangtua anda dulu?
b. Adakah yang membuat anda bahagia?
c. Adakah yang membuat anda “sakit hati/dendam’ sampai sekarang?
d. Apabila ada, sanggupkah anda memaafkan kesalahan masa lalu orangtua anda, dan kembali mencintai, menghormati beliau dengan tulus?
Kalau empat pertanyaan itu sudah terjawab dengan baik, maka melajulah ke jenjang pernikahan.
Tanyakan ke calon pasangan anda ke empat hal tersebut, minta dia segera menyelesaikannya.

Karena,
ORANG YANG BELUM SELESAI DENGAN MASA LALUNYA , AKAN MENYISAKAN BANYAK LUKA KETIKA MENDIDIK ANAKNYA KELAK

NIKAH
Untuk anda yang sudah berkeluarga, ada beberapa panduan untuk memulai membangun peradaban bersama suami anda dengan langkah-langkah sbb:
Pertama temukan potensi unik kita dan suami, coba ingat-ingat mengapa dulu anda memilih “dia” menjadi suami anda? Apa yang membuat anda jatuh cinta padanya? Dan apakah sampai hari ini anda masih bangga terhadap suami anda?

Kedua, lihat diri kita, apa keunikan positif yang kita miliki? Mengapa Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Sampai kita berjodoh dengan laki-laki yang sekarang menjadi suami kita? Apa pesan rahasia Allah terhadap diri kita di muka bumi ini?

Ketiga, lihat anak-anak kita, mereka anak-anak luar biasa. Mengapa rahim kita yang dipilih untuk tempat bertumbuhnya janin anak-anak hebat yang sekarang ada bersama kita? Mengapa kita yang dipercaya untuk menerima amanah anak-anak ini? Punya misi spesifik apa Allah kepada keluarga kita, sehingga menghadirkan anak-anak ini di dalam rumah kita?
Keempat, lihat lingkungan dimana kita hidup saat ini. Mengapa kita bisa bertahan hidup dengan kondisi alam dimana tempat kita tinggal saat ini? Mengapa Allah menempatkan keluarga kita disini? Mengapa keluarga kita didekatkan dengan komunitas-komunitas yang berada di sekeliling kita saat ini?

Empat pertanyaan di atas, apabila terjawab akan membuat anda dan suami memiliki “ misi pernikahan” sehingga membuat kita layak mempertahankan keberadaan keluarga kita di muka bumi ini.

ORANGTUA TUNGGAL (SINGLE PARENT)
Buat anda yang saat ini membesarkan anak anda sendirian, ada pertanyaan tambahan yang perlu anda jawab selain ke empat hal tersebut di atas.
a. Apakah proses berpisahnya anda dengan bapaknya anak-anak menyisakan luka?
b. Kalau ada luka, sanggupkah anda memaafkannya?
c. Apabila yang ada hanya kenangan bahagia, sanggupkah anda mentransfer energi tersebut menjadi energi positif yang bisa menjadi kekuatan anda mendidik anak-anak tanpa kehadiran ayahnya?
Setelah ketiga pertanyaan tambahan di atas terjawab dengan baik, segeralah berkolaborasi dengan komunitas pendidikan yang satu chemistry dengan pola pendidikan anda dan anak-anak.

Karena,
IT TAKES A VILLAGE TO RAISE A CHILD
Perlu orang satu kampung untuk mendidik satu orang anak
Berawal dari memahami peran spesifik keluarga kita dalam membangun peradaban, kita akan makin paham apa potensi unik produktif keluarga kita, sehingga kita bisa senantiasa berjalan di jalanNya.

Karena
Orang yang sudah berjalan di jalanNya, peluanglah yang akan datang menghampiri kita, bukan justru sebaliknya, kita yang terus menerus mengejar uang dan peluang
Tahap berikutnya nanti kita akan makin paham program dan kurikulum pendidikan semacam apa yang paling cocok untuk anak-anak kita, diselaraskan dengan bakat tiap anak, potensi unik alam sekitar, kearifan lokal dan potensi komunitas di sekitar kita.

Kelak, anda akan membuktikan bahwa antara pekerjaan, berkarya dan mendidik anak, bukanlah sesuatu yang terpisahkan, sehingga harus ada yang dikorbankan
Semuanya akan berjalan beriring selaras dengan harmoni irama kehidupan.

Setelah belajar tentang "Membangun Peradaban dari Dalam Rumah" maka pekan ini belajar mempraktekkannya satu persatu.

Tugas NHW pekan ini dikategorikan menjadi 3, yaitu bagi yang belum, menikah, yang sudah menikah, dan bagi single parent. Alhamdulillah saat ini saya sudah hampir 2 tahun menikah, dan sudah dikaruniai seorang anak perempuan.

a.    Awalnya sulit bagi saya untuk mengerjakan NHW ini,karena peserta NHW diminta untuk menuliskan surat cinta kepada suami. Pernikahan kami dulu tidak melalui proses pacaran, jadi ini merupakan surat cinta pertama saya. Saya tidak tau bagaimana menulis surat cinta, sampai-sampai mencari kata kunci “surat cinta” di google.hehehe. umur sudah kepala 3 tapi baru pertama kali menulis surat cinta?

Dalam menuliskannya saya kucing-kucingan dengan suami, menunggu suami tidak ada di rumah, nah ketika suami tidak ada di rumah, saya disibukkan pula dengan segala keperluan bayik dan urusan rumah tangga yang tidak selesai-selesai.fyuh.. ternyata untuk menulis surat cinta dibutuhkan effort yang tinggi. Akhirnya surat cinta selesai sehari sebelum waktu pengumpulan NHW. Saya letakkan surat cinta pertama saya itu di atas laptop suami. 

(penampakan surat cinta, amplopnya aja yaa^^)

Respon suami ketika suami melihat surat itu:
“ehey..ada apa ni? Ciee..cieee..”

Kemudian respon setelah membaca isi surat, suami jadi kalem gitu sambil bilang gini, “makasih ya dek surat cintanya”

Hanya itu? tak sebanding dengan effort yang telah saya keluarkan dan respon ini diluar ekspektasi saya..hahaha. saya pikir bakal ada kecupan manis yang mendarat di kening.wekeke. mamak-mamak kebanyakan nonton sinetron ya gini ini.

Setelah menuliskan surat cinta, saya seperti jatuh cinta kembali kepada suami, diingatkan kembali akan perasaan-perasaan masa pengantin baru dulu. Setelah menuliskannya, saya seperti disadarkan kembali bahwa suami memang layak menjadi ayah dari anak-anak saya.

b. Menenai potensi anak, belum banyak yang dapat saya gali. Karena bayik masih berusia 5,5bulan. Diusia yang masih tak berdaya ini, perkembangannya Alhamdulillah baik, bayik tidak cengeng dan tidak bau tangan. Yang menonjol dari anak-anak seusianya yaitu, bayik anaknya ramah sekali, selalu membalas senyuman orang dan mengajak bicara dengan bahasanya, padahal mama dan babanya tergolong pendiam. Semoga bayik tumbuh sehat dan bermanfaat bagi umat. Aamiin

c. Kekuatan potensi diri saya. Saya orang yang teguh pendirian, suka belajar hal baru, dan ingin berubah menjadi lebih baik. Saya juga menonjol di bidang art, saya merupakan lulusan arsitektur dengan IPK memuaskan dari perguruan negeri favorit. Dengan berlatar belakang hal-hal tersebut semoga saya dapat menjadi istri dan ibu kebanggaan keluarga. Ibu yang bisa mendidik calon-calon pemimpin umat, sebagaimana visi pernikahan kami. Untuk itu, dimulai pada saat cuti melahirkan saya habis, saya sudah stay di rumah untuk membersamai keluarga. Agar perhatian saya kepada keluarga tercurah 100% tanpa terganggu dengan urusan yang lain. Semoga Allah mudahkan perjalanan ini. Aamiin..

d. Saya tinggal di lingkungan padat penduduk di pemukiman mengengah kebawah. Sebagian warga pergi pagi pulang malam dan sebagian ibu-ibunya di rumah. Tantangannya adalah, mengedukasi ibu-ibu rumah tangga agar memiliki kesibukan lain di rumah, agar waktu ibu-ibu tidak habis didepan televisi dan gossip dengan tetangga. Beraat karena kadang saya juga masih melakukannya.
Untuk saat ini saya fokus dalam membangun peradaban dari dalam rumah dahulu. Setelah urusan domestik selesai, baru melebarkan sayap ke ranah publik..semoga Allah mudahkan. Aamiin

Monday, May 29, 2017

NHW#2, INDIKATOR IBU PROFESIONAL



Semakin ke sini Nice Home Work Matrikulasi semakin meningkat tingkat kesulitannya. Minggu ke 2 pada Matrikulasi Institut Ibu Profesional (MIIP) bahasannya mengenai “MENJADI IBU PROFESIONAL, KEBANGGAAN KELUARGA”. Sebelum mengerjakan tugas, mari kita review sedikit mengenai materi yang telah diberikan.

Apa itu Ibu Profesional?
Kita mulai dengan kata IBU. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia, Ibu memiliki makna, 1. Perempuan yang telah melahirkan seseorang; 2. Sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami; 3.Panggilan yang takzimkepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum; 4 bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): -- jari; 5 yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: -- negeri; -- kota.

Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna 1 bersangkutan dengan profesi; 2 memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak --;

Berdasarkan dua makna tersebut di atas,
maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang :
      a.Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b.Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.

Bagaimana Tahapan-Tahapan Menjadi Ibu Profesional?
Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :
a. Bunda Sayang
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya
b. Bunda Cekatan
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.
c. Bunda Produktif
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
d. Bunda Shaleha
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.

Apa Indikator Keberhasilan Ibu Profesional?
“Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA”
Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional. Karena anak-anak dan suami kitalah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka.

Maka yang perlu ditanyakan adalah sebagai berikut :

BUNDA SAYANG
a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?

BUNDA CEKATAN
a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?
b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.
c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?
d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga

BUNDA PRODUKTIF
a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?
d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?

BUNDA SHALEHA
a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?
b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?
c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus?
d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?



Seperti pesan pak Dodik kepada Ibu Septi untuk meyakinkan beliau tentang pentingnya kesungguhan menjadi seorang Ibu sbb:
“Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik” -Dodik Mariyanto

Pekan ini mamak-mamak peserta MIIP diminta untuk membuat CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONAISME PEREMPUAN, a. sebagai individu; b. sebagai istri; c. sebagai ibu
Indikator yang dimasukkan ke dalam checklist hendaknya yang mamak sendiri bias menjalankannya. Bagi yang sudah bersuami diminta menanyakan kepada suami, indicator istri semacam apa sebenarnya yang dapat membuat suami bahagia. Tanyakan kepada anak-anak, indicator seperti apa sebenarnya yang dapat membuat mereka bahagia. Jawaban dari suami dan anak tersebut dapat menjadi referensi dalam pembuatan checklist mamak.
Kunci dari membuat indicator disingkat menjadi SMART, yaitu:
-      SPESIFIK (unik/detail)
-      MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4kali sharing hasi belajar)
-      ACHIEVABLE (dapat diraih, tidak terlalu sulit dan tidak terlalu mudah)
-      REALISTIC ( berhubungan dengan kehidupan sehari-hari)
-      TIMEBOND ( berikan batas waktu)

Jawaban saya:



Semoga saya dan mamak semua diberi kemudahan dari Allah SWT dalam menjalankan peran sebagai perempuan, istri dan ibu .. SEMANGAAAT!




Saturday, May 20, 2017

UNIVERSITAS KEHIDUPAN, NHW#1 Matrikulasi IIP Batch#4



Sudah dua minggu ini saya mengikuti program matrikulasi Institut Ibu Profesional. Semakin dijalani semakin saya terkesan. Dengan adanya NHW(Nice Home Work) setiap minggunya selama matrikulasi, mamak yang biasanya disibukkan dengan urusan rumah tangga dan anak-anak, diingatkan kembali dengan apa fungsi dan peranan perempuan sesungguhnya dalam hidup ini. Dengan adanya NHW setiap minggunya juga membuat blog ini ngepul kembali..hehe.. yang biasanya diupdate setaun 2 kali sekarang di-update setiap minggunya

NHW minggu ini tentang apa sih yang menjadi jurusan ilmu yang mamak ambil dalam megarungi universitas kehidupan. Sejujurnya hal ini baru terpikir oleh saya, dulu sebelum menikah pernah sih menulis tentang proposal hidup. Tetapi tulisan yangg tetap menjadi tulisan, yang tidak pernah lagi dibuka-buka. Bukunya saja entah kemana perginya.. :p

Hoke baiklah kita mulai..Apasih Universitas Kehidupan itu? Universitas Kehidupan yaitu dunia tempat kita belajar tentang segala sesuatu. Universitas dimana Allah sebagai Rektornya dan ciptaan-Nya menjadi dosennya. Dengan Al-Qur'an sebagai silabus perkuliahan berikut diktatnya . Dimana di dalamnya terdapat begitu banyak pengetahuan untuk umat manusia,

Materi Perkuliahan di Universitas Kehidupan sangat banyak. Mulai dari tujuan hidup, menjalani hidup, arti hidup hingga kematian. Ada juga kelas cinta, kelas persahabatan, kelas kesabaran, kelas perjuangan, dan masih banyak lagi. Dimana semua mahasiswa pasti mempelajarinya. Lokasinya bisa dimana saja, dan kapan saja bisa mengakses mata kuliah dan mempelajarinya. 

Adapun jurusan ilmu yang akan saya tekuni dalam universitas ini adalah IKHLAS, sebuah kata yang mudah diucapkan, tetapi sulit dilaksanakan. karena menjadi orang yang ikhlas (mukhlis) memiliki keutamaan yang demikian penting dalam islam, itulah sebabnya ikhlas dijadikan sebagai bahasan  pertama dalam buku "Tazkiyatun Nafs" karangan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Ibnu Rajab Al Hambaly dan Imam Al-Ghazali.

Ada banyak hal yang dapat dilakukan agar bisa ikhlas, diantaranya:
Pertama:  Hendaklah tiap amalan yang dilakukan semata-mata mengharap ridho Allah. Hilangkanlah perasaan bahwa kita telah ikhlas melaksanakan suatu amalan karena hal ini dapat menjatuhkan kadar keikhlasan kita dihadapan Allah subhanallah wa ta'ala.
Kedua: Setiap akhtivitas harus sesuai dengan tuntunan syariat. Hal ini merupakan rel dalam beramal atau beribadah. Sejauh apapun kereta kita bergerak, kita tidak akan pernah sampai ke tujuan kita.
Ketiga: Senantiasa ber-muhasabah (mengevaluasi diri). Apakah amalan-amalan yang dilakukan semata-mata hanya mengharapkan ridho-Nya atau masih menempel kepentingan-kepentingan lain yang menodai keikhlasan kita. Seringkali kita sulit untuk jujur terhadap diri sendiri sehingga kita lebih cenderung membela diri daripada menyalahkan diri sendiri.
Keempat: Senantiasa waspada terhadap tipu daya setan yang senantiasa menjuruskan kita kepada sifat riya.
Kita harus menyadari bahwa setiap ikhtihar yang kita lakukan dalam menggapai keikhlasan, setan tidak akan tinggal diam. Perbaharui niat dalam segala hal semata-mata untuk meraih ridho-Nya. Mohonlah perlindungan dari Allah subhanallah wa ta'ala agar dijauhkan dari godaan setan.
Kelima: Bertemanlah dengan orang-orang yang ikhlas dan mengikuti cara hidup mereka serta giat menuntut ilmu. 

Perubahan sikap tentu saja diperlukan dalam proses belajar di Universitas kehidupan ini. Kalau dulu saya orang yang emosional, Alhamdulillah semenjak dikaruniai seorang anak, saya menjadi lebih sabar dan lebih banyak mengambil pelajaran terhadap suatu yang terjadi dalam hidup ini. Tentunya masih banyak bad habbit yang harus saya ubah, dan ini menjadi peer saya kedepannya. Dengan mengikuti kelas matrikulasi IIP juga merupakan bagian dari perubahan itu.

Ada banyak hal dalam hidup ini tidak di dapatkan di bangku sekolah maupun di bangku kuliah. Di sini kita akan belajar bersama-sama tentang banyak hal yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Pengalaman hidup tidak dapat ditukar dengan uang. Setiap pribadi memiliki keunikan tersendiri dan cerita hidup yang berbeda. Jadilah inspirasi bagi orang lain dengan pengalamn hidup yang kita miliki.

Wednesday, April 19, 2017

Pra Martikulasi Institut Ibu Profesional Batch#4



Saya sampai di kelas Pra Martikulasi IIP berawal dari sharing temen di Fb tentang bu Septi Peni Wulandari, pada saat saya galau antara resign atau kembali bekerja setelah cuti melahirkan selesai..

Pada awalnya saya kira sharing tentang by Septi itu hoax, masa sih seorang ibu rumah tangga bisa meng-homeschooling-kan anaknya sehingga sukses. Penasaran teus googling, eh ternyata memang benar kisah nyata. Bu Septi seperti memberikan semangat kepada saya bahwa jadi ibu rumah tangga itu tidak kolot, ibu rumah tangga tidak melulu kucel, bahwa anak-anak lebih memerlukan ibu mereka di rumah dibandingkan mainan semahal apapun. 

Kemudian saya mulai mencari tau bagaimana sih menjadi ibu rumah tangga yang keren, karena menjadi ibu yang baik itu sulit dan tidak ada sekolahnya. 

Beruntung bu Septi membentuk Institut Ibu Profesional. Institut Ibu Profesional ini hadir sebagai wadah para ibu untuk selalu meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang perempuan, istri, dan ibu. Karena ibu sebagai sosok yang luar biasa dan ibu adalah profesi yang paling mulia. 

Sebelum mengikuti kelas Pra Martilulasi IIP Batch#4, saya terlebuh dahulu mengikuti kelas Foundation, kelas dimana member belajar seputar Ibu Profesional dan sebagai sarana berbagi antar member. Di kelas foundation ini setiap minggunya member dipersilahkan buka lapak di WAG sambil menunggu matrikulasi. Sedangkan di kelas pra martikulasi, kita dijelaskan mengenai ruang kelas IIP nantinya. Di sini informasi yang didapat masih dipermukaan saja. Jadi makin penasaran dengan pembelajaran yang sesungguhnya. Dan makin tidak sabaran mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga ikhtiar saya dan member Pra Martikulasi IIP semua diridhoi oleh Allah SWT. Aamiin. 

Negara berkualitas adalah yang didalamnya memuat generasi berkualitas. Dan generasi yang berkualitas hanya mampu dibentuk oleh Ibu berkualitas.

Wednesday, October 12, 2016

Braxton Hicks si Kontraksi Palsu




_______________________________________________Subuh tadi lagi enak2nya tidur ,mendadak perut rasanya kram..berdoa dalam hati jangan sampai kolik kambuh..
.
.

Alhamdulillah setelah ganti posisi dan nafas teratur, kram perutnya pelan2 menghilang..
.
.

Paginya baru sadar ternyata ini yang namanya Braxton Hicks aka Kontraksi palsu..gitu to rasanya, selama ini baca buku dan baru kali ini mengalaminya.. .
.

Mari kita bahas si Braxton Hicks ini...
Mr.Braxton menemukan si kontraksi palsu ini pada tahun 1872. .
.

Braxton Hicks ditandai dengan rasa nyeri pada perut. Ini terjadi karena menegangnya otot-otot rahim yang membuat otot perut mengencang dan terasa keras jika disentuh. 
Pertanyaannyaa apakah perbedaan antara Braxton hicks dengan kontraksi yang sebenarnya? . Kontraksi palsu datangnya tidak teratur, baik jarak antar kontraksi (interval) maupun lamanya kontraksi (durasi). Sedangkan kontraksi asli datangnya dengan interval, yaitu setiap berapa menit sekali, dan makin lama intervalnya semakin pendek. Durasinya pun teratur, dan semakin lama durasinya semakin panjang. . Kontraksi palsu akan hilang sendiri, biasanya setelah ibu hamil mengubah posisi. Sedangkan kontraksi asli akan terjadi terus dan tidak mereda meskipun ibu hamil mengambil posisi nyaman, bernafas dalam dan minum air putih. . Kontraksi palsu tidak terlalu terasa nyeri, dan hanya terasa di bagian perut. Sedangkan kontraksi yang asli terasa nyeri mulai dari pinggang, menjalar ke perut bagian depan sampai ke bawah. .
.

Ternyata, perempuan yang sering merasakan kontraksi palsu selama hamil justru akan lebih mudah melewati proses persalinan, lho (katanyaaa😁😅). Hal ini dikarenakan kontraksi palsu bermanfaat  melunakkan mulut rahim sehingga melancarkan usaha ibu saat mendorong bayi melewati jalan lahir. Karena itu, selama nggak merasa terganggu, nggak perlu panik dan jadikan saja kontraksi ini sebagai latihan saat nanti benar-benar merasakan kontraksi akan melahirkan.

Well, practice makes perfect right?
.
.
.
.
#braxtonhicks #kontraksipalsu #kramperut #pregnancy #pregnancyclass #kehamilan #hamil #ceritakehamilanchircha

Monday, April 20, 2015

Prosedur pendaftaran Haji menurut pengalaman saya

Berikut ini merupakan prosedur pendaftaran Haji menurut pengalaman saya, mungkin di setiap daerah berbeda-beda persyaratannya..cekidot..

1. Setelah kita membuka rekening tabungan haji di Bank, satu orang dengan saldo minimal Rp 25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah)

2. Ke kantor DEPAG terdekat untuk melakukan pengisian SPPH dengan membawa persyaratan :

- Fotokopi KTP depan belakang pada 1 halaman sebanyak 2 lembar

- Fotokopi Kartu Keluarga masing-masing sebanyak 2 lembar

- Fotokopi salah satu dari, surat nikah/akta lahir atau ijazah sebanyak 2 lembar. Apabila tidak mempunyai persyaratan tersebut, diganti dengan surat keterangan dari kantor kecamatan setempat.

**fotocopy menggunakan kertas kuarto

- Cek golongan darah bagi yang belum tahu

- Fotocopy no. Rekening tabungan haji

3. Dikantor DEPAG kita melakukan pengisian SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji). Pastikan semua data yang kita isi benar, terutama No. KTP, Nama, Tanggal Lahir, No. Rekening Tabungan Haji (Jangan sampai salah yaa :D). Setelah itu petugasnya akan menginput data kita ke sistem pendaftaran haji secara online, setelah data diprint, sekali lagi kita memastikan apakah data yang telah diinput sudah benar atau belum. Setelah semua datanya benar dan ditanda tangan, SPPH dibawa kembali ke Bank (Kalau saya di Bank BSM).

4. Sebelum ke Bank, kita harus foto dulu. Biasanya pihak DEPAG merekomendasikan studi foto tertentu untuk foto, karena foto ini ada aturannya juga, dimana yang tampak adalah muka kita dengan kategori foto harus 80%. Untuk jilbab dan baju ga boleh yang berwarna warni dan bermotif. Tapi tenang saja, pihak studio foto telah menyediakan jilbab yang harus kita gunakan jika tidak sesuai aturan. Begitu juga tidak boleh memakai baju bergaris – garis. Pihak studio foto telah menyiapkan foto yang mesti dibawa ke DEPAG dalam satu berkas dan foto yang lainnya untuk keperluan bank. 
Rincian pass foto yang tertera di nota nya, 
uk. 3x4 sebanyak 36 lembar
uk. 4x6 sebanyak 16 lembar, 
uk. 2R sebanyak 2 lembar, 
uk. 5R + press sebanyak 2 lembar
Dan itu juga ga kepake semua, masih tersisa beberapa untuk pertinggal kita.

5. Ke bank untuk mendapat nomor porsi haji dengan membawa Foto, Buku rekening dan tentunya SPPH yang telah ditanda tangani. Pihak bank akan me-online-kan data kita dan akan menerbitkan nomor porsi haji dan melakukan penempelan foto. Setelah semua selesai, maka kita harus membawa berkas itu ke DEPAG lagi. DEPAG lah yang menentukan tahun berapa kita berangkat haji berdasarkan nomor porsi. Selesailah semua proses tersebut dan mari menunggu waktunya :). Saya diinformasikan oleh pihak DEPAG nya akan berangkat tahun 2029 tapi bisa maju..

Hyuuk daftar haji temans..kalau belum bisa, minimal punya tabungan Haji nya aja dulu. InsyaAllah niatnya sudah dicatat kok :)

Monday, April 6, 2015

Skenario yang terbaik


Engkau tahu, duhai tetes air hujan, kering sudah air mata, tidur tak nyenyak, makan tak enak, tersenyum penuh sandiwara, tapi biarlah Tuhan menyaksikan semuanya.

Engkau tahu, duhai gemerisik angin,kalau boleh, ingin kutitipkan banyak hal padamu, sampaikan padanya sepotong kata, tapi itu tak bisa kulakukan, biarlah Tuhan melihat semuanya.

Engkau tahu, duhai tokek di kejauhan,setiap kali kau berseru 'tokekk', aku ingin sekali menghitung, satu untuk iya, satu untuk tidak, lantas berharap kau berbunyi sekali lagi agar jawabannya 'iya', dan berharap kau berhenti jika memang sudah 'iya', tapi itu tak bisa kulakukan, biarlah Tuhan mendengar semuanya.



Engkau tahu, duhai retakan dinding,sungguh aku tak tahu lagi berapa dalam retaknya hati ini, besok lusa, mudah saja memperbaiki retakanmu dinding, tinggal ambil semen dan pasir, tapi hatiku, entah bagaimana merekatkannya kembali, tapi biarlah Tuhan menyaksikan semuanya.

Wahai orang-orang yang merindu, maka malam ini, akan kusampaikan sebuah kabar gembira dari sebuah nasehat bijak. Kalian tahu, buku-buku cinta yang indah, film-film roman yang mengharukan, puisi-puisi perasaan yang mengharu biru, itu semua ditulis oleh penulisnya. Maka, biarlah, biarlah kisah perasaan kalian yang spesial, ditulis langsung oleh Tuhan. 

Percayakan pada yang terbaik.

--Tere Liye