Monday, July 17, 2017

NHW#7 Tahapan Menuju Bunda Produktif



" Sesungguhnya rezeki itu akan mecari seseorang dan bergerak lebih cepat daripada ajalnya "
Imam Al Ghazali pernah mengucapkan bahwa
" Bisa jadi engkau tidak tau dimana rezekimu, namun rezekimu tau dimana engkau. Jika rezeki itu ada dilangit maka Allah akan turunkan, jika rezeki itu berada didalam bumi maka Allah akan perintahkan untuk muncul supaya berjumpa dengan kita”

NHW kali ini kita dibantu untuk mengetahui tipe kekuatan diri (strenght typology), sebagai tahapan awal untuk mamak masuk ke dalam tahap bunda produktif. 

berikut hasil talent mapping saya:

 

TIRTA, anda adalah orang yang berani menghadapi orang secara empat mata,keras kepala, berani mengambil alih tanggung jawab , senang mengkomunikasikan sesuatu yang sederhana menjadi menarik , banyak ideanya baik yang belum pernah ada maupun dari pikiran lateralnya , selain memiliki sifat analitis juga banyak idea , keras menghadapi orang akan tetapi tidak menyukai konflik , senang memotivasi dengan berbagai cara ada yang melalui sifat periangnya ada yang melalui sifat empatinya ada juga karena selalu ingin memajukan orang lain , suka melayani orang lain dan mendahulukan orang lain.

Saya juga dibantu mak Asti selaku fasilitator WAG Depok 1 untuk menganalisa hasil talent mapping saya,


 Hasil talent mapping memang saya banget. Kemudian di www.temubakat.com juga dijelaskan satu-satu tentang bakat yang kita punya sekaligus diberi tahu juga, bakat yang kita miliki itu cocoknya diperlukan untuk profesi apa. Sangat berguna sekali bagi saya yang baru ingin masuk ke ranah bunda produktif.

 
 
 
 
 


Nah, dibawah ini kuadran aktifitas saya:


 "fokus pada kekuatan, siasati keterbatasan" (temubakat.com)

Semoga Allah mudahkan langkah untuk selalu belajar memperbaiki diri, mengembangkan diri dan menyiasati keterbatasa  diri. Aamiin.


Friday, July 14, 2017

Matrikulasi Institut Ibu Profesional batch #4, sesi #7 REJEKI ITU PASTI, KEMULIAAN HARUS DICARI

Alhamdulillah setelah melewati dua tahapan “Bunda Sayang” dan “Bunda Cekatan” dalam proses pemantasan diri seorang ibu dalam memegang amanah-Nya, kini sampailah kita pada tahapan “Bunda Produktif”.

Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan “MISI PENCIPTAAN” dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya “BERBINAR-BINAR”

Sehingga muncul semangat yang luar biasa dalam menjalani hidup ini bersama keluarga dan sang buah hati.

Para Ibu di kelas Bunda Produktif memaknai semua aktivitas sebagai sebuah proses ikhtiar menjemput rejeki.

Mungkin kita tidak tahu dimana rejeki kita, tapi rejeki akan tahu dimana kita berada.

Sang Maha Memberi Rejeki sedang memerintahkannya untuk menuju diri kita”

Allah berjanji menjamin rejeki kita, maka melalaikan ketaatan pada-Nya, mengorbankan amanah-Nya, demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminnya adalah kekeliruan besar

Untuk itu Bunda Produktif sesuai dengan value di Ibu Profesional adalah

bunda yang akan berikhtiar menjemput rejeki, tanpa harus meninggalkan amanah utamanya yaitu anak dan keluarga

Semua pengalaman para Ibu Profesional di Bunda Produktif ini, adalah bagian aktivitas amalan para bunda untuk meningkatkan sebuah KEMULIAAN hidup.

“Karena REJEKI itu PASTI, KEMULIAAN lah yang harus DICARI”

Apakah dengan aktifnya kita sebagai ibu di dunia produktif akan meningkatkan kemuliaan diri kita, anak-anak dan keluarga? Kalau jawabannya” iya”, lanjutkan. Kalau jawabannya” tidak” kita perlu menguatkan pilar “bunda sayang” dan “bunda cekatan”, sebelum masuk ke pilar ketiga yaitu “bunda produktif”.

Tugas kita sebagai Bunda Produktif bukan untuk mengkhawatirkan rizqi keluarga, melainkan menyiapkan sebuah jawaban “Dari Mana” dan “Untuk Apa” atas setiap karunia yang diberikan untuk anak dan keluarga kita.

Maka

Bunda produktif di Ibu Profesional tidak selalu dinilai dengan apa yang tertulis dalam angka dan rupiah, melainkan apa yang bisa dinikmati dan dirasakan sebagai sebuah kepuasan hidup, sebuah pengakuan bahwa dirinya bisa menjadi Ibu yang bermanfaat bagi banyak orang.

Menjadi Bunda Produktif, tidak bisa dimaknai sebagai mentawakkalkan rejeki pada pekerjaan kita.

Sangat keliru kalau kita sebagai Ibu sampai berpikiran bahwa rejeki yang hadir di rumah ini karena pekerjaan kita.

Menjadi produktif itu adalah bagian dari ibadah, sedangkan rejeki itu urusan-Nya

Seorang ibu yang produktif itu agar bisa,

1⃣menambah syukur,
2⃣menegakkan taat
3⃣berbagi manfaat.

Rejeki tidak selalu terletak dalam pekerjaan kita, Allah berkuasa meletakkan sekendak-Nya

Maka segala yang bunda kerjakan di Bunda Produktif ini adalah sebuah ikhtiar, yang wajib dilakukan dengan sungguh-sungguh (Profesional).

Ikhtiar itu adalah sebuah laku perbuatan, sedangkan Rejeki adalah urusanNya.

Rejeki itu datangnya dari arah tak terduga, untuk seorang ibu yang menjalankan perannya dengan sungguh-sungguh dan selalu bertaqwa.
 


Monday, July 10, 2017

Nice Homework #6 Belajar Menjadi Manajer Keluarga Handal

Sudah tiga bulan ini mencoba menjadi ibu rumah tangga seutuhnya, dimana saya melakukan semuanya sendiri tanpa dibantu mbak maupun baby sitter. yang saya rasakan selama 3 bulan ini yaitu "CAPEK", karena ketidak mampuan saya dalam memenej waktu dengan baik. Alhamdulillah materi ke 6 ini sangat membantu saya dalam mencoba mengatasi hal tersebut. Materi ke 6 sudah saya share dalam postingan sebelum ini

Baca: Ibu Manajer Handal Keluarga


Saya coba telusuri sebenarnya apasih  kesuliatan utama atau gangguan terbesar saya dalam mengatur  waktu ? sebenarnya saya sudah beberapakali membuat jadwal ibu rumah tangga namun masih kurang konsisten dan tidak bisa menjaga komitmen. Capek juga menjadi alasan utama. menjadi ibu rumah tangga lebih capek pake banget dibandingkan dengan kerja kantoran. Selama beberapa bulan ini saya juga masih menyesuaikan waktu dengan baby. Mungkin karena belum menuliskan terget juga menjadi penyebabnya , Ketika tidak ada target, waktu akan berjalan begitu lama / cepat sekali. 


Dalam NHW#6 mamaks diajak menjadi Manajer Keluarga Handal.

Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita _Merasa Sibuk_sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri. Maka pada NHW #6 mamaks diminta untuk menuliskan 3 aktivitas yang paling penting dan 3 aktivitas yang paling tidak penting.

Saya coba membuat 3 aktivitas yang menjadi prioritas :
1. anak dan suami
2. makanan yang fresh
3. rumah yang rapi

Adapun kegiatan yang saya anggap paling tidak penting yaitu, berlama-lama berselancar di dunia maya khususnya sosmed, menonton tivi, ngerumpi dengan tetangga. Yang ke-3 tidak pernah saya lakukan sih, karena ketika saya memutuskan menjadi ibu rumah tangga bersamaan dengan menempati rumah baru, jadi masih belum akrab dengan lingkungan sekitar. 


Bagaimanakan menyusun strateginya ? Yang pertama adalah Bikin Rutinitas Gelondongan yang merupakan hal-hal yang penting . Setelah itu Buat Kandang Waktu Pekerjaan , yaitu membagi – bagi kedalam waktu-waktu tertentu / mengkapling-kapling, misal kita akan mengerjakan sesuatu dari jam sekian sampai jam sekian atau kita akan melakaukan sesuatu selama berapa menit / jam. Setelah membuat kandang waktu, Patuhi Cut Off Time. Jika kita sudah menentukan jam sekian sampai jam sekian akan melakukan aktifitas  tertentu, maka ketika  waktu nya habis, maka kita juga berhenti, andaikata tidak selesai, bisa dilanjutkan keesokan harinya. Yang keempat adalah Srondolan : NO , artinya katakan tidak pada hal-hal diluar rencana yang sudah ditentukan.

3 aktivitas penting yang telah saya sebutkan di atas menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup saya sebagai ibu.

Kandang waktu pekerjaan saya:
05-08 mengerjakan pekerjaan rutin (membuat sarapan, mencuci,memandikan anak)
08-19 memperbanyak jam terbang (mengerjakan 3 aktivitas penting, mengupdate diri)
19-selesai kembali keaktivitas rutin yang belum selesai 


Saya akan amati selama satu minggu pertama, apakah jadwal ini terlaksana dengan baik atau tidak

kalau tidak segera revisi, kalau baik, akan saya lanjutkan sampai dengan 3 bulan kedepan. SEMANGAAAT!
Materi 6: Matrikulasi batch 4📈📈
Institut Ibu Profesional

------ IBU MANAJER HANDAL KELUARGA -----

Motivasi Bekerja Ibu

Ibu rumah tangga adalah sebutan yang biasa kita dengar untuk ibu yang bekerja di ranah domestik. Sedangkan Ibu Bekerja adalah sebutan untuk ibu yang bekerja di ranah publik. Maka melihat definisi di atas, sejatinya semua ibu adalah ibu bekerja yang wajib professional menjalankan aktivitas di kedua ranah tersebut, baik domestik maupun publik.
Apapun ranah bekerja yang ibu pilih, memerlukan satu syarat yang sama, yaitu

kita harus “SELESAI” dengan management rumah tangga kita

Kita harus merasakan rumah kita itu lebih nyaman dibandingkan aktivitas dimanapun. Sehingga anda yang memilih sebagai ibu yang bekerja di ranah domestik, akan lebih professional mengerjakan pekerjaan di rumah bersama anak-anak. Anda yang Ibu Bekerja di ranah publik, tidak akan menjadikan bekerja di publik itu sebagai pelarian ketidakmampuan kita di ranah domestik.


Mari kita tanyakan pada diri sendiri, apakah motivasi kita bekerja ?

🍀Apakah masih ASAL KERJA, menggugurkan kewajiban saja?

🍀Apakah didasari sebuah KOMPETISI sehingga selalu ingin bersaing dengan orang/ keluarga lain?


🍀Apakah karena PANGGILAN HATI sehingga anda merasa ini bagian dari peran anda sebagai Khalifah?


Dasar motivasi tersebut akan sangat menentukan action kita dalam menangani urusan rumah tangga dan pekerjaan kita
.
🍀Kalau anda masih “ASAL KERJA” maka yang terjadi akan mengalami tingkat kejenuhan yang tinggi, anda menganggap pekerjaan ini sebagai beban, dan ingin segera lari dari kenyataan.


🍀Kalau anda didasari “KOMPETISI”, maka yang terjadi anda stress, tidak suka melihat keluarga lain sukses


🍀Kalau anda bekerja karena “PANGGILAN HATI” , maka yang terjadi anda sangat bergairah menjalankan tahap demi tahap pekerjaan yang ada. Setiap kali selesai satu tugas, akan mencari tugas berikutnya, tanpa MENGELUH.

Ibu Manajer Keluarga

Peran Ibu sejatinya adalah seorang manager keluarga, maka masukkan dulu di pikiran kita

Saya Manager Keluarga

kemudian bersikaplah, berpikirlah selayaknya seorang manager.

🍀Hargai diri anda sebagai manager keluarga, pakailah pakaian yang layak (rapi dan chic) saat menjalankan aktivitas anda sebagai manager keluarga.

🍀Rencanakan segala aktivitas yang akan anda kejakan baik di rumah maupun di ranah publik, patuhi


🍀Buatlah skala prioritas

🍀Bangun Komitmen dan konsistensi anda dalam menjalankannya.


Menangani Kompleksitas Tantangan

Semua ibu, pasti akan mengalami kompleksitas tantangan, baik di rumah maupun di tempat kerja/organisasi, maka ada beberapa hal yang perlu kita praktekkan yaitu :

a. PUT FIRST THINGS FIRST

Letakkan sesuatu yang utama menjadi yang pertama. Kalau buat kita yang utama dan pertama tentulah anak dan suami. - Buatlah perencanaan sesuai skala prioritas anda hari ini - aktifkan fitur gadget anda sebagai organizer dan reminder kegiatan kita.


b.ONE BITE AT A TIME

Apakah itu one bite at a time?
-Lakukan setahap demi setahap -Lakukan sekarang -Pantang menunda dan menumpuk pekerjaan

c. DELEGATING

Delegasikan tugas, yang bisa didelegasikan, entah itu ke anak-anak yang lebih besar atau ke asisten rumah tangga kita.

ingat anda adalah manager, bukan menyerahkan begitu saja tugas anda ke orang lain, tapi anda buat panduannya, anda latih, dan biarkan orang lain patuh pada aturan anda

Latih-percayakan-kerjakan-ditingkatkan-latihlagi-percayakan lagi-ditingkatkan lagi begitu seterusnya

Karena pendidikan anak adalah dasar utama aktivitas seorang ibu, maka kalau anda memiliki pilihan untuk urusan delegasi pekerjaan ibu ini, usahakan pilihan untuk mendelegasikan pendidikan anak ke orang lain adalah pilihan paling akhir.

Perkembangan Peran

Kadang ada pertanyaan, sudah berapa lama jadi ibu? Kalau sudah melewati 10.000 jam terbang seharusnya kita sudah menjadi seorang ahli di bidang manajemen kerumahtanggaan. Tetapi mengapa tidak? Karena selama ini kita masih

 SEKEDAR MENJADI IBU

Ada beberapa hal yang bisa bunda lakukan ketika ingin meningkatkan kualitas bunda agar tidak sekedar menjadi ibu lagi, antara lain:

🍀Mungkin saat ini kita adalah kasir keluarga, setiap suami gajian, terima uang, mencatat pengeluaran, dan pusing kalau uang sudah habis, tapi gajian bulan berikutnya masih panjang.

 Maka tingkatkan ilmu di bidang perencanaan keuangan, sehingga sekarang bisa menjadi “manajer keuangan keluarga.


🍀Mungkin kita adalah seorang koki keluarga, tugasnya memasak keperluan makan keluarga. Dan masih sekedar menggugurkan kewajiban saja. Bahwa ibu itu ya sudah seharusnya masak.Sudah itu saja, hal ini membuat kita jenuh di dapur.

Mari kita cari ilmu tentang manajer gizi keluarga, dan terjadilah perubahan peran.


🍀Saat anak-anak memasuki dunia sekolah, mungkin kita adalah tukang antar jemput anak sekolah. Hal ini membuat kita tidak bertambah pintar di urusan pendidikan anak, karena ternyata aktivitas rutinnya justru banyak ngobrol tidak jelas sesama ibu –ibu yang seprofesi antar jemput anak sekolah.

 Mari kita cari ilmu tentang pendidikan anak, sehingga meningkatkan peran saya menjadi “manajer pendidikan anak”.

 Anak-anakpun semakin bahagia karena mereka bisa memilih berbagai jalur pendidikan tidak harus selalu di jalur formal.


🍀Cari peran apalagi, tingkatkan lagi…..dst

 Jangan sampai kita terbelenggu dengan rutinitas baik di ranah publik maupun di ranah domestik, sehingga kita sampai lupa untuk meningkatkan kompetensi kita dari tahun ke tahun.

 Akhirnya yang muncul adalah kita melakukan pengulangan aktivitas dari hari ke hari tanpa ada peningkatan kompetensi.  Meskipun anda sudah menjalankan peran selama 10.000 jam lebih, tidak akan ada perubahan karena kita selalu mengulang hal-hal yang sama dari hari ke hari dan tahun ke tahun.

Hanya ada satu kata

BERUBAH atau KALAH

Salam Ibu Profesional,


/Tim Matrikulasi IIP/


SUMBER BACAAN:

Institut Ibu Profesional, Bunda Cekatan, sebuah antologi perkuliahan IIP,  2015

Hasil diskusi Nice Homework Matrikulasi IIP Batch #4, 2017

Irawati Istadi, Bunda Manajer Keluarga, halaman featuring, Success Mom's Story: Zainab Yusuf As'ari, Amelia Naim, Septi Peni, Astri Ivo, Ratih Sanggarwati, Okky Asokawati,Fifi Aleyda Yahya, Oke Hatta Rajasa, Yoyoh Yusroh, Jackie Ambadar, Saraswati Chasanah, Oma Ary Ginanjar, Pustaka Inti, 2009

https://youtu.be/Cr9JSJS7CIM

Monday, June 19, 2017

NHW#5 Membuat Desain Pembelajaran

Materi yang diberikan pada minggu ke-5 yaitu “Learning How to Learn” Belajar Bagaimana Caranya Belajar. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk lebih membumikan kurikulum yang dibuat. Sehingga ketika membuat kurikulum unik (customized curriculum) untuk anak-anak, makin bisa menerjemahkan secara setahap demi setahap karena kita sudah melakukannya. Inilah tujuan kita belajar.

Pada NHW kali ini, peserta matrikulasi diminta untuk praktek membuat desain pembelajaran masing-masing. Peserta diberikan kebebasan dalam pengerjaannya, sehingga memunculkan rasa keingintahuan tentang apa itu desain pembelajaran.


Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya menjadi anak yang soleh, pintar, cerdas serta membanggakan, yang tentu saja bisa disebut idaman. Namun tidak mudah mendapatkan atau membentuk anak idaman pada masa sekarang ini.
Membentuk anak idaman harus dimulai dengan membentuk orang tua idaman. Cita-cita untuk memiliki anak idaman hanyalah bualan jika orang tua masih memiliki gaya hidup yang konsumtif dan mengukur segala sesuatu dengan materi. Maka dari itu, tujuan pembelajaran saya yaitu menjadi orang tua idaman,
orang tua harus menjadi petarung dalam menuntut ilmu.

Untuk menjadi orang tua idaman bagi anak, orang tua seyogyanya menjalankan fungsi orang tua dengan baik. Fungsi-fungsi tersebut adalah Fungsi Pathfinder, Empowering dan Alignment. 

Fungsi Pathfinder, membimbing anak untuk kehidupan. Membimbing ini bukan hanya membantu anak untuk menemukan cita-cita jangka panjangnya saja namun juga membantu anak menemukan jalan dan proses yang benar untuk mencapai visi besar kehidupan mereka. 

Fungsi selanjutnya adalah fungsi empowering, orang tua harus mendidik anak dengan nilai-nilai kebaikan agar mereka diterima dalam kehidupanya. Dalam hal ini akhlak dan adab-adab sesuai nilai-nilai islam wajib diajarkan kepada anak-anak. Mengenalkan anak kepada Tuhannya, Rasulnya, Kitabnya dan rukun iman, serta mengajarkan agama dengan baik adalah termasuk ke dalam fungsi ini. Fungsi empowering ini bukan hanya menerapkan good value kepada anak namun membantu anak menemukan softskill dan hardskill mereka.

Lalu kemudian adalah fungsi alignment. Orang tua harus menyatukan visi jangka pendek dan panjang anak, yang artinya orang tua harus duduk bersama anak menyatukan cita-cita dunia dan akhirat anak. Orang tua, terutama ayah harus dapat melihat potensi seluruh anggota keluarga untuk menjadi sumber kekuatan bagi keluarga untuk mencapai kesuksesan jangka panjang keluarga tersebut.




Setelah tujuan dan sasaran – sasaran pembelajaran kita tetapkan, maka langkah berikutnya adalah menyusun strategi untuk mencapainya.
Sebagaimana kita ketahui, strategi digunakan atau diterapkan untuk menjawab berbagai permasalahan situasi dan kondisi dalam upaya pencapaian tujuan.
Berikut adalah hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan dan menerapkan strategi pembelajaran:



Apa yang harus dipelajari?
Pokok bahasan adalah hal – hal yang harus dipelajari  untuk memenuhi sasaran pembelajaran. Sasaran pembelajarannya adalah “Mengetahui fungsi orang tua”, maka apa yang harus dipelajari peserta adalah:
1. Memahami Fungsi orang tua
2. Cara menjadi orang tua idaman


Dua hal itulah yang disebut dengan pokok bahasan. Tentu saja pokok bahasan ini dapat mengandung sub – sub pokok bahasan. Contohnya sub – sub dari pokok bahasan nomor 2 yaitu:
a. Prinsip SMART
 b. Menyusun Rencana Harian
 c. Mengatasi Hambatan (problem solving)

Berapa Lama mempelajarinya?
Mengidentifikasi ketersediaan waktu merupakan bagian dari penentuan strategi pembelajaran. Hal ini akan berdampak pada metode apa yang tepat untuk membantu proses belajar. Contoh, memahami fungsi orang tua dengan metode membaca mungkin akan memakan waktu lebih lama dibandingkan metode role-play. 

Di mana sebaiknya pembelajaran dilakukan?
Pembelajaran dapat dilakukan dimana saja, baik secara online maupun offline. 

Cara apa yang tepat untuk mempelajari dan mendapatkan pemahaman?
Di tahapan ini kita menentukan metode pembelajarannya. Tentu saja berdasarkan 3 informasi sebelumnya yang sudah dianalisa. Rangkuman contohnya sebagai berikut:
 



Kegiatan apa saja untuk mendapatkan pemahaman terhadap aktivitas pembelaaran?
Setelah metode dan pendekatannya ditentukan, maka langkah berikutnya merumuskan aktivitas pembelajarannya. Langkah ini merupakan penjabaran dari metode – metode pembelajaran.

Media dan peralatan apa saja yang mendukung aktivitas pembelajaran?
 Media dapat berupa buku bacaan, website, dan apa saja yang dapat mendukung proses pembelajaran.

Bagaimana cara mengetahui keberhasilan/belum berhasil mencapai sasaran pembelajaran?
dalam strategi pembelajaran, indikator yang telah ditentukan dalam learning objective harus diketahui sudah tercapai atau belum. Caranya dengan melakukan evaluasi pembelajaran. 

Design pembelajaran kemudian dijabarkan menjadi sebuah lesson plan (rencana pengajaran). Lesson plan berisi rencana kegiatan yang akan dilakukan dalam sesi – sesi pembelajaran secara bertahap.