Monday, December 4, 2017
Games level 2: Hari-1 Melatih Kemandirian
Awalnya mamak kehabisan ide mau masak mpasi apa buat Janna. Sejak tumbuh gigi, Janna jadi pintar pilih-pilih makanan. Walhasil mamak harus putar otak setiap hari menyajikan mebu berbeda. 7hari seminggu dengan 7 menu berbeda๐ ๐ ๐ .
Karena sudah semakin siang dan masih belum tau mau masakin mpasi apa, jadilah mamak memutuskan untuk buat menu 2 in 1. Satu menu bisa untuk makanan mama dan baba juga Janna si bayik 11bulan.
Menu hari ini ๐
- bola-bola nasi isi saus salmon semalam
- ayam kampung empuk (sisa pembuatan kaldu) digoreng sebentar
- Tahu goreng selayang
- Sayur oyong + wortel + kembang kol + soun
Menu disajikan ala-ala Baby Lead Weaning. Menu disajikan sesuai dengan kemampuan memegang bayi. Untuk sayur berkuah, kuah ditaruh digelas dipisahkan dengan isinya.
Reaksi bayik:
Sudah ada kemauan untuk makan sendiri
Awal dihidangkan, mata bayik berbinar-binar senang sekali melihat menu yang beragam di depan mata.
Bayik bingun mau makan yang mana duluan. Tangannya berputar-putar di atas piring, memilih makanan yang mau diambil.
Akhirnya bayik mengambil bola-bola nasi dan berhasil memasukkan ke mulut, belum selesai dikunyah lalu bayi melihat tahu. Kayaknya tahu enak nih, dari gelagatnya sepertinya bayik berbicara seperti itu di dalam hati๐ ๐ ๐ . Nasi dalam mulut dilepeh, kemudian bayik memakan tahu. Eh belum selesai tahu dikunyah bayiknya melihat sayur soun dan tahu pun dilepeh..begitu seterusnya sampai semua makanan dirasa satu-satu sama bayik.
Hanya kuah yang sukses ketelan, yang lain jadi mainan dan ada beberapa suap yang akhirnya mamak suapin biar ada makanan yang masuk.
Semoga besok bisa masuk makanan ya sayang mama๐๐❤❤❤
Friday, November 24, 2017
Komunikasi Produktif Produk Taaruf
Kalau pertanyaannya seperti di atas, saya juga bingung. Entahlah, kalau jodoh yang berbicara tak dapatlah awak menolaknya. Bagaimana proses taaruf kami, insyaallah akan saya tuliskan nanti.
#kuliahbundasayIIP
Monday, November 13, 2017
Hari ke10 - Rencana Hidup Sehat
Alhamdulillah hari ini merupakan hari ke10 marathon ngerjain tantangan 1 kelas Bunda Sayang. Rekor mamak ngeblog 10 hari berturut-turut. Alhamdulillah juga hari ini baba sudah boleh pulang ke rumah.
Tadi siang mamak dan bayik jenguk pacar ke rumah sakit. Karena bayik tidak diperbolehkan masuk ke kamar perawatan, jadi mamak masuk sendiri jenguk baba. Alhamdulillah wajah baba sudah keliatan cerah. Di ruangan tempat baba dirawat, sedang tidak ada pasien lain. Begitu mamak masuk, mas ipar langsung keluar kamar..ahuyy #ntahApaApa
Karena tinggal berdua, kami bisa ngobrol santai dan saling bertatapan :p.. Mumpung waktunya tepat, kali ini mamak mau ngajak lagi baba buat food combining. Beberapa waktu lalu, pernah ngajakin baba tetapi adaa saja jawaban ngelesnya. Hari ini mamak ajakin lagi
"yang, dari pada duitnya buat bayar rumah sakit mending buat sarapan buah".
Mulai tergoda, "berarti makan buahnya banyak, biar kenyang?" (tidak makan nasi tidak kenyang๐ )
"iya yang, makan buah sepuasnya sampai jam 11", kata mamak
"iyalah nanti kita coba ya", tambah baba pasrah tanpa perlawanan.
Sebenarnya mamak sendiri belum yakin mau jalankan food combining, makanya cari temen buat jalaninnya. Mungkin pada tahap awal kita mulai pelan-pelan, dengan sarapan buah dulu. Nanti kalau sudah terbiasa, baru coba hidup sehat dengan food combining.
Sunday, November 12, 2017
Hari ke9 - Baba Tepar
Sesuai dengan judulnya, hari ini ceritanya baba tepar. Setelah 2 minggu roadshow dinas pindah-pindah kota, makan tak teratur dengan menu yang tak menentu akhirnya membuat baba tumbang. Pagi pulang ngaji baba ngeluh kliyengan dan telinga berdengung, setelah dibawa tiduran juga masih lemes. Mengikuti saran nenek, pergilah kami ke dokter buat cek kolesterol. Dan ternyata memang tinggi, kolesterol baba 319.. Innalillah
Pulang dari klinik, mamak komunikasikan ke baba. Di kulkas sudah tak ada stok protein hewani, sayur juga tinggal kacang-kacangan yang untuk sementara belum boleh baba konsumsi. Sementara warung dekat rumah juga tutup, karena uwak lagi ada arisan.
"kita beli lauk aja ya yang, hari ini", kata mamak.
"Iya, tapi abang masih berkunang2 nih dek (sambil nyetir jalan pulang)"
"Kalau gitu nanti adek aja yang beli, tapi titip janna ya. Adek ga bisa bawa motor sambil gendong janna."
Sampai belokan arah rumah, kok mobilnya lurus saja. Ternyata baba mengarahkan mobil ke warteg buat beli lauk. Padahal masih sakit, sempat-sempatin mampir warteg biar tidak merepotkan istri.
Sampai rumah sakit baba tidak berkurang, malah muntah-muntah. Sore ke igd, ternyata baba vertigo juga. Hari ini berakhir dengan baba yang mesti nginap di rumah sakit.
Saturday, November 11, 2017
Hari ke8 - Weekend Cooking by Baba
Karena mie instan tidak baik jika sering dikonsumsi, jadinya kami membatasinya hanya boleh satu kali dalam seminggu. Hal tersebut merupakan awal mula weekend cooking by baba.
Weekend cooking, disamping menyalurkan hasrat makan mie, juga menyalurkan "hobi" masak suami. Bonusnya mamak jadi terbebas masak, walaupun nantinya mamak juga yang kebagian urusan cuci mencuci piring ๐.
Kenapa weekend cooking-nya mie melulu? Ya, karena yang paling mudah masaknya cuma itu. Tapi jangan salah, setiap minggu kreasinya berbeda-beda. Tapi satu benang merahnya yaitu, seawed ๐
Soal rasa bolehlah, ya rasanya rasa mie instan.hahaha..oops
Tetapi minggu ini ada rasa yang kurang, "rasa yang pernah ada" plaak
Minggu ini mie buatan baba kurang asin. Awalnya mamak diam saja, lha wong dimasakin saja sudah syukur๐๐
Baba tanya, "enak ga dek?"
Mamak kan bingung jawabnya, "enaak yummyyy yang..tapi kayaknya ada yang kurang deh yang, agak kurang asin nih menurut adek. Apa karena bumbunya belum diaduk ya?" (padahal mamak tau, karena masaknya kebanyakan aer๐ฌ๐ฌ)
"iya dek, kayaknya ini karena baba masukin bumbu di panci rebusannya. Harusnya di mie-nya ya?", kata baba
"kebanyakan air deh kayaknya yang", mamak menimpali.
Komunikasi kami semakin hari semakin produktif..aamiin. Seandainya di awal, begitu ngerasain mamak langsung protes tentu lain ceritanya. Maksud yang sama tetapi dengan penyampaian yang berbeda, akan menyebabkan dampak yang berbeda pula.
Friday, November 10, 2017
Hari ke7 - Mamak Lelah
Alhamdulillah baba memutuskan untuk pulang lebih awal, mengambil penerbangan pagi jadi kami bisa ketemu lebih awal juga.
Thursday, November 9, 2017
Hari ke6 - Pretend Play
- Pacaran sholeh๐
- Pacaran sebatas pegang tangan
- Pacaran sampai cium pipi
- Pacaran sudah tahap kiss
- Pacaran mesum
Wednesday, November 8, 2017
Hari ke5 - Berasa Pacaran
GAMES LEVEL 1 - BUNDA SAYANG#3 - TANTANGAN 10 HARI KOMUNIKASI PRODUKTIF
Mamak dan suami merupakan produk taaruf, yaa walau bisa dibilang taaruf swasta :p (nanti kita bahas ditulisan lain ya). Kami berdua tidak pernah pacaran sebelum menikah..alhamdulillah..
Tidak pernah pacaran membuat pernikahan kami serasa seperti pacaran. Namun hal itu sudah tidak pernah saya rasakan sejak punya bayik. Karena fokus dan perhatian kita semua tertuju kepada bayik.
Setelah punya bayik jarang banget yang namanya telponan apalagi videocall berdua. Kalau baba dinas, videocallnya sama bayik (terkadang mamak merasa cemburu #week). Sampailah di kelas Bunda Sayang yang games pertamanya tentang Komunikasi Produktif, begitu dibagikan games 1 mamak langsung mengabari baba, "would you be my partner?". Dan langsung dijawab "of course ido" oleh baba.
Hari pertama setelah tantangan, mamak belum mengerjakan tugas. Mamak dan baba membahas tentang Komunikasi Produktif, apa saja kaedahnya khususnya komunikasi produktif dengan pasangan. Semenjak dibahas, alhamdulillah kami berdua semakin baik dalam berkomunikasi.
Pagi ini mendadak baba telpon, kirain ada hal yang mustahak secara kita sudah lama tidak "pacaran". Mamak sudah was was, ternyata baba cuma tanya kabar sebelum baba mulai aktifitas..alhamdulillah kirain ono opoo..
Malam ini juga baba videocall, mamak kirain hanya mau videocall sama bayik ternyata ndak. Mbuh karena bayik sudah bobo, jadinya kita ngobrol deh kayak orang pacaran #mamakNorak😅...
Besok ceritanya apalagi yaaa?🤔
Tuesday, November 7, 2017
Hari ke4- Telponan
Hari ini bingung mau nulis apa. Karena hari ini babajanna sibuk sekali dan malamnya akan melakukan perjalanan darat menggunakan travel selama 5jam.
Kami sudah sepakat, apabila ada dinas luar kota maka komunikasi kami lakukan via video call. Sehingga beberapa kaidah komunikasi Produktif terpenuhi. Namun karena sepertinya hari ini sulit melakukan video call, tadi sebelum berangkat ke daerah selanjutnya kami telponan dulu sebentar.
Biasanya sebelum ada tantangan Komunikasi Produktif ini, apabila babajanna dinas kami hanya berkomunikasi via wa. Rasanya beda kalau kita yang biasanya wa-an, trus tiba-tiba telponan..ehehe..setidaknya ada sedikit kemajuan dalam hal berkomunikasi dengan pasangan, semoga kedepannya semakin baik lagi.
Monday, November 6, 2017
Hari ke3 - Pengakuan
Akhir tahun merupakan waktu yang paling sibuk buat baba, karena banyak daerah menghabiskan anggaran pada akhir tahun mengundang konsultan untuk membantu pelaksanaan kegiatan. Sebulan ini baba udah kayak artis yang roadshow antar kota antar provinsi. Baru pulang jumat, hari minggunya sudah musti terbang lagi. Mamak jadi keteteran dalam urusan domestik, biasanya ada baba yang handle janna kalau mamak lagi nyetrika. Akhirnya pr setrikaan menumpuk.
Pagi sebelum baba berangkat dinas lagi, janna diungsikan sebentar ke rumah uti biar mamak bisa nyetrika pakaian yang mau dibawa baba dengan leluasa. Kurang lebih selama 2jam mamak nyetrika. Jam 12an baba dan janna pulang. Janna mukanya bete. Sebelum mamak tanya, baba sudah jelasin duluan.
Baba: "adek, tadi ada insiden kecil. Lidah janna kegigit waktu main di tangga."
Mamak yang biasanya menyela pembicaraan, kali ini mamak biarkan baba menjelaskan.
"padahal mainnya sudah dijagain 3orang, tapi tetap aja bisa kejadian kayak gini"
Mamak: "tapi masih mau makan ndak?"
Baba: "masih, tadi abis jatuh dicoba suapin buah"
Mamak: "alhamdulillah, semoga ga ngaruh sama selera makannya"
Mamak tidak mencoba menyalahkan siapapun. Tiba-tiba teringat kata mamah dedeh, sebelum seorang bayi lahir ke dunia, semua hal telah ditetapkan atasnya. Setiap kejadian yang menimpa seseorang, sudah tertulis di lauful mahfuz sebelumnya.
Dengan mamak mencoba woles dengna keadaan, alhamdulillah tak terjadi salah menyalahkan. Dan setelah dimimiki janna tidur dengan pulasnya
Hari ini baba menggunakan Kaidah 2C: Clear and Clarify
Susunlah pesan yang ingin Anda sampaikan dengan kalimat yang jelas (clear) sehingga mudah dipahami pasangan. Gunakan bahasa yang baik dan nyaman bagi kedua belah pihak.
Dan mamak berusaha memanjangkan NALAR sehingga EMOSI semakin kecil.
Sunday, November 5, 2017
Hari ke-2 - Tatap Matanya dengan Cinta
Saturday, November 4, 2017
Hari 1 - Ada Bayik Tercyduq
Wednesday, October 18, 2017
Secangkir Kopi Berjuta Makna
Sewaktu menjalani LDM, membuatkan secangkir minuman hangat untuk suami tercinta merupakan suatu hal yang sangat dirindukan. Hal yang bagi orang lain merupakan suatu yang biasa saja, tetapi bagi saya sangat berarti.



